Suara.com - Di tengah kesibukannya memimpin pemerintahan Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo konsisten meluangkan waktunya menjalankan program Gubernur Mengajar.
Kali ini, giliran mahasiswa Universitas Pancasakti (UPS) Tegal yang mendapat kesempatan bertemu dan berinteraksi dengan orang nomor satu di Jateng ini.
Berlangsung sekitar dua jam, ratusan mahasiswa UPS tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan Ganjar. Pada kesempatan itu, Ganjar membeberkan banyak hal mengenai kepemimpinan.
Tak hanya itu, Ganjar juga membeberkan kondisi serta tantangan masa depan yang dihadapi mahasiswa. Alumni Universitas Gadjah Mada itu mengatakan, mahasiswa khususnya di Tegal bisa terlibat langsung pada pemanfaatan potensi yang ada.
“Tegal itu dari kemaritiman luar biasa. Perikanan tangkap, perikanan budidayanya bagus, terbayangkan nggak kalau hari ini mahasiswa bisa kerja praktek di situ mengolah end-to-end dikerjakan di sini,” katanya.
Tegal dengan julukan Kota Bahari, kata Ganjar, tak hanya punya potensi yang besar pada sektor perikanan dan pariwisata saja. Ganjar menyebut industri logam juga masih bisa dikembangkan.
Untuk menuju ke sana, kata Ganjar, diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas. Maka, Ganjar senang dengan adanya Program Studi Pendidikan Profesi Guru di UPS Tegal.
“Ini bagian dari tantangan yang coba kita berikan menghadapi Indonesia ke depan, jadi percepatan pembangunan SDM itu kewajiban. Upgrade dan upskill gurunya, juga termasuk fasilitas pendidikan yang accessible (mudah diakses) untuk semuanya,” katanya.
“Sehingga SDM kita betul-betul siap menghadapi perubahan jaman dan industrialisasi yang beberapa waktu ini dilakukan,” imbuh Ganjar.
Baca Juga: Warga Laporkan Jalan Rusak Melalui Aplikasi Jalan Cantik, Pemprov Jateng Respons Cepat
Acara tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Tegal Jumadi, Rektor Taufiqulloh serta jajaran civitas akademika UPS Tegal.
Berita Terkait
-
Kunjungi Ponpes Manbaul Hikmah, Ganjar Pranowo Disambut dengan Lantunan Tholaal Badr
-
Meninggal Saat Service Lift Gedung Pemprov Jateng, BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan
-
Jalankan Program Gubernur Mengajar, Ganjar Pranowo Beberkan Tantangan Masa depan ke Mahasiswa UPS Tegal
-
Teknisi Tewas Terjepit Lift di Kantor Gubernur Jateng, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Wow! Dibawah Kepemimpinan Ganjar Pranowo, Jateng Jadi Provinsi Berkinerja Terbaik Nasional
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu