Suara.com - Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penerimaan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (15/5/2023).
Sebelumnya, Andhi Pramono telah diperiksa KPK buntut keluarganya yang viral pamer gaya hidup mewah.
"Benar (jadi tersangka), dengan ditemukannya dugaan peristiwa pidana terkait penerimaan gratifikasi yang dilakukan oleh salah seorang pejabat di Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu RI (Andhi Pramono)," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Senin (15/5/2023).
Berdasarkan laporan dari laman LHKPN terakhirnya yang dilaporkan pada 16 Februari 2022 untuk periodik 2021, Andhi tercatat mempunyai harta kekayaan mencapai Rp 13,75 miliar.
Kekayaannya tersebut sebagian besar berupa tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, hata bergerak lain, surat berharga, hingga kas dan setara kas.
Andhi diketahui memiliki 13 alat transportasi dan mesin yang terdiri dari 9 unit mobil dan 4 unit sepeda motor. Dari 13 transportasi, ada beberapa kendaraan antik yang dimiliki Andhi
Koleksi Kendaraan Andhi Pramono
Ia juga tercatat memiliki 4 motor dan 9 mobil, yang diantaranya adalah terbilang antik. Total nilainya mencapai Rp1,8 miliar.
Apa saja motor dan mobil milik Andhi? Berikut rinciannya.
Baca Juga: Diperiksa KPK, Andi Arief Demokrat: Saya Cari yang Terima Sumbangan
- Motor Honda tahun 2006, hasil sendiri harga Rp 9.000.000
- Motor Honda Beat tahun 2010, hasil sendiri harga Rp 5.000.000
- Mobil Mini Morris Sedan (kuno/antik) tahun 1961, hasil sendiri harga Rp 80.050.000
- Mobil Fiat Sedan (kuno/antik) tahun 1974, hasil sendiri harga Rp 55.050.000
- Mobil Smart Sedan tahun 2010, hasil sendiri harga Rp 75.000.000
- Motor Piagio Vespa (kuno/antik) tahun 1962, hibah dengan akta harga Rp 9.000.000
- Motor Piagio Vespa (kuno/antik) tahun 1966, hibah dengan akta harga Rp 8.000.000
- Mobil Toyota Corolla Sedan (kuno/antik) tahun 1970, hasil sendiri Rp 28.050.000
- Mobil Honda Brio tahun 2016, hasil sendiri harga Rp 80.000.000
- Mobil Ford Sedan (kuno/antik) tahun 1966, hasil sendiri Rp 260.050.000
- Mobil Chevrolet Sedan (kuno/antik) tahun 1958, hasil sendiri Rp 205.050.000
- Mobil Austin Sedan (kuno/antik) tahun 1963, hasil sendiri Rp 72.050.000
- Mobil Toyota Jeep tahun 2019, hasil sendiri harga Rp 960.500.000
Berita Terkait
-
Diperiksa KPK, Andi Arief Demokrat: Saya Cari yang Terima Sumbangan
-
Deretan Harta Rafael Alun yang Tak Disita KPK, Ada Kos-kosan di Jakbar?
-
Jadi Tersangka Gratifikasi, Segini Harta Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono Versi LHKPN
-
Kepala Bea Cukai Makassar Mulai Hari Ini Dicekal, KPK Tetapkan Jadi Tersangka
-
Sekretaris MA Hasbi Hasan Dipanggil KPK Rabu Depan, Bakal Ditahan?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Registrasi Akun SNPMB 2026 dan Jadwal Pelaksanaan SNBP Terbaru
-
Siapa Sebenarnya Pelapor Pandji? Polisi Usut Klaim Atas Nama NU-Muhammadiyah yang Dibantah Pusat
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?
-
Debit Air Berpotensi Naik, Ditpolairud Polda Metro Jaya Sisir Permukiman Warga di Pluit
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal