Suara.com - Kerusakan jalan yang terjadi di banyak wilayah Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, akses transportasi untuk hasil pertanian menjadi penting untuk menopang pangan daerah dan tentunya juga kesejahteraan petani.
Seperti kondisi yang memprihatinkan dialami petani di Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra). Petani di wilayah tersebut bisa menghasilkan ratusan bahkan ribuan ton dalam sekali panen. Namun hasil panen tersebut menjadi sia-sia.
Pasalnya, jalan akses untuk distribusi hasil panen para petani di Kecamatan Lalembuu rusak parah, Akibatnya petani gigit jari karena harga padi anjlok. Seperti diungkapkan petani di Desa Sumber Jaya yang menyatakan, mereka bisa panen dua kali dalam setahun. Bahkan jika tidak ada kendala alam, bisa hingga tiga kali.
Menurut informasi di situs pertanian.go.id Sultra, luasan lahan sawah di Kecamatan Lalembuu saat ini mencapai 1.289 hektare. Dengan luasan lahan tersebut, para petani memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan produksi padi. Tercatat dalam luasan satu hektare lahan bisa menghasilkan hingga 8 ton beras.
Kekinian, petani sedang dalam masa panen dan mereka menggunakan alat panen modern, seperti Combine Harvester untuk memudahkan proses pengumpulan padi.
Meski berhasil memproduksi, petani harus gigit jari dengan kendalan infrastruktur yang mereka hadapi, yakni kondisi jalan yang rusak dan berlubang.
Dalam perhitungan yang dilakukan, jalan sepanjang 25 kilomter tersebut dipenuhi debu saat musim kemarau dan berubah menjadi kubangan lumpur ketika musim hujan tiba.
"Kami sangat bersemangat melihat hasil panen padi yang melimpah di sawah-sawah kami. Namun, kendala utama yang kami hadapi adalah kondisi jalan provinsi yang rusak," kata seorang petani di Kecamatan Lalembuu, Ahmad Parjo seperti dikutip Telisik.id-jaringan Suara.com pada Minggu (21/5/2023).
Kondisi jalan yang rusak juga berdampak pada harga beras. Mereka terpaksa harus menjual beras yang dipanen dari sawahnya sendiri dengan harga rendah karena kesulitan mendistribusikannya secara efisien dan kerap menangguk kerugian finansial yang signifikan.
Baca Juga: 70 Persen Jalan Rusak di Sumut Bakal Diperbaiki, Ini Kata Edy Rahmayadi
Meski dibayang-bayangi kesulitan karena akses jalan rusak, masyarakat di Kecamatan Lalembuu tetap bersatu dalam menjalankan proses pengeringan gabah.
"Kami bangga bisa membantu petani-petani di sekitar kami dengan mengeringkan gabah mereka di rumah kami. Meskipun kondisi jalan rusak, kami tetap bersatu dan bekerja sama untuk memastikan hasil panen mereka dapat diproses dengan baik," kata warga Desa Sumber Jaya Budi Amir.
Selain panen padi yang melimpah, wilayah tersebut bisa menjadi destinasi wisata karena pemandangan sawah yang memukau mata. Keindahan alam ini menarik minat pengunjung yang baru pertama kali datang ke wilayah ini.
Melihat keindahan sawah dan hasil panen padi yang melimpah, Kecamatan Lalembuu memiliki potensi untuk mengembangkan wisata pertanian. Wisatawan dapat mengunjungi desa-desa di sekitar kecamatan ini untuk melihat langsung proses panen padi, mengikuti kegiatan pertanian, serta menikmati keindahan alam yang menenangkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Macet Parah di Grogol, Sebagian Layanan Transjakarta Koridor 9 Dialihkan via Tol
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Hujan Ringan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Wilayah
-
Greenland Punya Tambang Melimpah, Trump Ngotot Mau Caplok Usai Serang Venezuela
-
Istana Prihatin Atas Teror Terhadap Influencer, Minta Polisi Lakukan Investigasi
-
Percepat Pemulihan Sumatra, Prabowo Bentuk Satgas Khusus Dipimpin Tito Karnavian
-
Begini Respons Cak Imin Soal Kelakar Prabowo 'PKB Harus Diawasi'
-
Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya
-
Peta Aceh Harus Digambar Ulang, Desa-Dusun di 7 Kabupaten Hilang Diterjang Bencana
-
Korupsi Mukena dan Sarung Bikin Negara Rugi Rp1,7 M, Pejabat-Anggota DPRD Diseret ke Meja Hijau
-
Ada Menteri Kena Tegur Prabowo di Retret Hambalang?