Suara.com - Anak yang dibawakan bekal mie dan nasi, bukan merupakan hal baru di Indonesia. Sejak lama, banyak orang tua yang menyiapkan menu tersebut untuk sang buah hati karena praktis dan murah. Makanan ini juga menjadi ciri khas santapan setelah berenang.
Namun baru-baru ini, bekal tersebut menuai pro dan kontra di media sosial Twitter. Awalnya, sebuah akun mempertanyakan orang tua yang memberi mie dan nasi untuk anak. Di mana menurutnya, menu dengan produk instan itu minim gizi dan kurang baik bagi pertumbuhan.
"Serius kalo ada org tua yang ngebekelin anaknya begini. Pengetahuan tentang gizi anak & pertumbuhan ngerti kagak, sih?," tulis akun Twitter tersebut.
Cuitannya itu ditanggapi ribuan komentar warganet. Beberapa diantaranya setuju jika bekal mie dan nasi kurang baik bagi pertumbuhan anak. Sebab, double carbo tanpa tambahan gizi lain, dinilai dapat memicu penyakit, seperti diabetes atau obesitas.
"Bukan perkara murah atau gimana sih, ini karbo ketemu karbo astaga. harusnya kan ditambah tempe goreng apa telur ceplok yang digoreng di wajan (bukan teflon) sampai pinggirannya berkerak enak gitu," komentar salah satu warganet.
"Ini sih bukan mie nya yang dilarang, tapi double carbo itu lho. Kalo mau bekelin mie buat anak, mie aja jangan ditambah nasi atau kalo mau nasi ya lauknya yang protein jangan karbohidrat lagi," komentar yang lain.
"Gue bingung deh kenapa sih malah pada ribut sama ini? Doi bener loh poinnya, dan juga mie instan itu kan lebih mahal daripada sayur kangkung dah. Kalo argumentasinya "kemiskinan struktural," kenapa engga beli sayur kangkung dan tempe yang jelas lebih bergizi," tulis seorang warganet.
"Nggak harmless deh perasaan(?)
dia cuma ngingetin, tp knpa malah banyak yg bawa2 ekonomi?
Btw aku juga dari keluarga ga kaya, tp setiap makan harus pake sayur seengganya direbus. Yang digarisbawahi disini itu GIZI nya bukan EKONOMI," tulis yang lainnya.
Baca Juga: 3 Alasan Penting Siapkan Bekal Anak ke Sekolah
Sementara itu, tak sedikit warganet lainnya yang kontra dengan cuitan tersebut. Mereka menilai bahwa pemilik akun menyinggung perasaan orang-orang yang berstatus ekonomi rendah. Lalu, ia juga dianggap tidak pernah merasakan nikmatnya mie dan nasi yang disantap setelah berenang.
"Terimakasih si paling ahli gizi atas informasinya, lain waktu akan saya terapkan. Tapi sebelum itu saya mau abisin 3 bungkus indomie + nasi yang sangat lezat ini," tulis warganet.
"1. Gak semua ortu punya info seperti ini, apalagi dulu.
2. Gak semua ortu punya uang dan effort untuk beli sayur, lauk trus masak dll.
Jadi jangan dipaksain standard anda ke org yg belum ada kesempatan untuk dapat priviledge seperti mbaknya.Cukup berempati bisa kok. Jangan nge-judge," tulis netizen lain menjelaskan soal perbedaan kondisi masing-masing keluarga di Indonesia.
"Berenang emang enaknya dibekelin mie, biasanya anaknya yang minta sih kan ga setiap hari juga. orang tua dulu juga banyak yang kurang paham tentang karbo, biasanya yang dia tau mie gaboleh makan sering-sering," komentar warganet.
"Tergantung profil ortunya sih kayaknya, kalo profil ortunya orang berkecukupan, ya perlu dipertanyakan knowledgenya, tp klo ortunya dibawah garis kemiskinan isi kotak makan itu jd mewah buat si anak walau secara gizi gk layak n malah bs bikin obesitas," komentar yang lainnya.
Berita Terkait
-
3 Alasan Penting Siapkan Bekal Anak ke Sekolah
-
PSI Polisikan Akun Twitter Penghina Istri Gibran Rakabuming
-
Trending di Twitter, Netizen Bertanya-tanya: Ada Apa dengan Happy Asmara?
-
Bukan Gibran, Ini Pria yang Pasang Badan Usai Selvi Ananda Disebut Budak Seks
-
Istri Gibran Rakabuming Dilecehkan di Media Sosial, PSI Solo yang Laporkan Pemilik Akun
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
Terkini
-
Jelang May Day 2026, KSPI Umumkan Aksi Besar 16 April hingga 1 Mei
-
Redam Ketegangan, Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Penyesalan kepada Korea Utara
-
Banggar DPR Tolak Usulan JK Kurangi Subsidi BBM: Kenapa Hak Orang Miskin Diotak-Atik?
-
Konflik Timur Tengah Berpotensi Picu Krisis Pupuk, Ketahanan Pangan Terancam?
-
Wabah Campak Mematikan di Bangladesh: 130 Anak Tewas, Ribuan Terinfeksi dalam Waktu Singkat
-
KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul
-
Driver Online Cabuli Penumpang di Jakarta Pusat, Pelaku Positif Sabu
-
Pakar Kehutanan UGM: Pembangunan Ancam Tutupan Hutan Indonesia
-
Mendagri Tito: Inflasi Bulanan 3 Daerah Terdampak Bencana Membaik
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Komitmen Pemda Percepat Penuntasan TBC