- Pemerintah melakukan pembenahan data 11 juta peserta PBI-JKN melalui *groundcheck* nasional untuk memastikan ketepatan sasaran bantuan.
- Tujuan utama pemeriksaan lapangan ini adalah menghilangkan penerima mampu dan memasukkan warga miskin yang belum terdaftar dalam dua bulan.
- Kegiatan ini strategis untuk reformasi perlindungan sosial, didukung APBN Rp56,4 triliun untuk 96,8 juta peserta.
Suara.com - Pemerintah mulai lakukan pembenahan data terhadap peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) atau BPJS PBI.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menegaskan bahwa pembenahan data jadi langkah strategis dalam reformasi sistem perlindungan sosial nasional dan upaya membuat bansos lebih tepat sasaran.
Pembenahan data dilakukan dengan groundcheck atau pengecekan langsung ke lapangan secara nasional terhadap 11 juta peserta BPJS PBI yang sempat dinonaktifkan Kementerian Sosial.
Tujuannya untuk memastikan tidak ada lagi inclusion error (penerima yang sudah mampu tapi masih dapat bantuan negara) maupun exclusion error (warga miskin belum terdaftar sebagai penerima bantuan). Groundcheck itu ditargetkan selesai dalam dua bulan.
"Kita tidak ingin ada lagi data yang tumpang tindih, kebijakan yang melahirkan pemborosan, anggaran yang tidak tepat akibat data-data kita yang tidak sinkron,” kata Cak Imin saat peluncuran Groundcheck Nasional data PBI JKN di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (19/02/2026).
Diketahui, pemerintah menetapkan jumlah bantuan BPJS PBI untuk 96,8 juta orang yang iuran sebesar Rp42 ribu itu ditanggung negara.
Kementerian Keuangan memastikan bahwa telah dialokasikan APBN sebesar Rp56,4 triliun untuk bantuan tersebut.
Mengingat besaran alokasi tersebut, Cak Imin mengingatkan kalau penggunaannya harus tepat sasaran dan berdampak nyata.
“Puluhan triliun rupiah yang akan dikeluarkan oleh APBN melalui PBI ini, harus tepat sasaran, sehingga benar-benar yang merasa diajak gotong royong pun, benar-benar menjadi bagian integral dari upaya kita menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ucapnya.
Baca Juga: RS Wajib Terima Pasien PBI Darurat! Bakal Ada BPJS yang Kontrol
Dia juga menekankan bahwa reformasi data bukan sekadar pembaruan administratif, melainkan fondasi tata kelola anggaran negara yang lebih disiplin dan berkelanjutan.
Prioritas utama tetap pada kelompok paling rentan, terutama peserta dengan penyakit katastropik yang sempat mengalami penonaktifan kepesertaan.
Pemerintah memastikan bahwa aspek kemanusiaan dan perlindungan hak dasar tetap menjadi pijakan utama kebijakan.
“Melalui groundcheck nasional ini adalah momentum konkret untuk memastikan bahwa negara ini benar-benar becus negara ini benar-benar mampu, negara ini benar-benar tidak abai terhadap seluruh kebutuhan masyarakatnya,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana
-
Ibu Makin Cermat Memilih Produk Perawatan Anak, Bukan Lagi Sekadar Soal Harga
-
Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP
-
KemenPPPA Soroti Pentingnya Inklusi Keuangan bagi Perempuan Pelaku Usaha
-
Viral Anak Bacok Ayah di Deli Serdang, Polisi Amankan Pelaku
-
Membongkar Jual-Beli Kursi Maba Unsoed: Dari 73 Kuota hingga Mahar Rp650 Juta
-
Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe