Suara.com - Proyek kereta rel listrik (KRL) impor masih jadi polemik hingga saat ini. Kini kabar terbaru menyebut Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan pihaknya tidak memberi rekomendasi impor rangkaian KRL bekas dari Jepang. Hal itu sesuai dengan hasil review Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Sikap itu juga sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Ketua Tim Nasional Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Luhut Binsar Pandjaitan yang lebih mendukung produksi dalam negeri yakni PT Industri Kereta Api (Inka).
Tak Perlu Impor KRL Bekas Jepang
Kemenperin mengambil sikap untuk tetap tidak memberikan rekomendasi impor KRL bekas Jepang. Selain berpatokan pada hasil review BPKPB, pihaknya juga sejalan dengan arahan Luhut yang lebih mendukung produksi dalam negeri.
"Kalau impor KRL bekas, Kemenperin masih berpegang teguh pada hasil koordinasi dengan Menko Marves dengan review BPKP jadi acuannya," kata Febri Hendri Antoni Arif selaku jubir Kemenperin pada Kamis (1/6/2023).
"BPKP hasil reviewnya tidak perlu impor KRL bekas. Pak Menko Marves (Luhut) arahannya (pakai) produksi dalam negeri," sambung Febri.
Perbaiki Manajemen Alur Kereta
Kemenperin memastikan industri dalam negeri siap serta mampu untuk memproduksi armada transportasi massal itu. Ketimbang impor KRL bekas, pihaknya minta PT Kereta Commuter Indonesia (KCI/KAI Commuter) agar bisa memperbaiki manajemen alur kereta dan penumpang.
Menurut Febri, masalah penumpukan penumpang harusnya bisa diperbaiki dalam sistem manajerial KCI.
Baca Juga: Apa Itu 'Super-Minister' yang Dilontarkan Jubir Anies Buat Sindir Luhut?
"KCI tolong dong perbaiki, ada beberapa rangkaian yang harus diatur manajemen alur penumpangnya, alur keretanya," ujarnya.
Pernyataan Luhut
Luhut sebelumnya mengatakan bahwa dia masih menunggu hasil audit dari BPKP terkait impor KRL. Walau BPKP sebelumnya telah merekomendasikan tidak perlu impor KRL, tapi Luhut mengatakan tidak mau mengambil keputusan secara asal-asalan.
"Kita tunggu hasil audit dari BPKP. Nanti malam mereka brief saya. Nanti kita akan bikin rapat, lalu kita umumkan," ujar Luhut pada Selasa (30/5/2023).
"Semua yang kita lakukan basisnya data. Saya ulangi ya, semua keputusan yang kami buat basisnya data, kalau data itu katakan begitu ya begitu," jelasnya.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Apa Itu 'Super-Minister' yang Dilontarkan Jubir Anies Buat Sindir Luhut?
-
Luhut Binsar Pandjaitan Tidak Hadir di Persidangan Haris dan Fatia, Pengacara Angkat Bicara
-
Dibilang Bohong, Begini Penjelasan Luhut Tak Datang Bersaksi Di Sidang Haris-Fatia Tapi Muncul Di Istana
-
Disebut Bohongi Pengadilan, Pengacara Bantah Luhut Mangkir di Sidang Haris-Fatia: Gak Keuber, karena Rapat Kabinet
-
Luhut Binsar Pandjaitan Sampaikan Kebijakan Ekspor Pasir Laut, Begini Tanggapan Amien Rais
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Kunjungi SRMP 1 Deli Serdang, Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Ramah Disabilitas
-
Ahmad Muzani di Harlah NU: Bangsa Ini Berutang Jasa pada Kiai dan Santri
-
Sesuai Arahan Presiden, Gus Ipul Serahkan Santunan Ahli Waris Korban Banjir Deli Serdang
-
Satu Abad NU, Gus Yahya: Persatuan Menguat Usai Dinamika yang Hebat
-
Menhan Ungkap Pertemuan Prabowo dan Tokoh Oposisi: Apa yang Dibahas?
-
Risiko Matahari Kembar di Tubuh Polri, Mengapa Kapolri Pilih Mundur Ketimbang Jadi Menteri?
-
Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?
-
Geger! Jutaan Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein Dirilis, Nama Donald Trump Muncul 5.300 Kali
-
Diterpa Isu Reshuffle, Pratikno Tegas Bantah Siapkan Surat Pengunduran Diri
-
Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat