Suara.com - Seoranh Brimob di Riau mendadak menjadi perbincangan publik. Pasalnya, anggota Brimob bernama Bripka Andry Darma Irawan itu mendadak "curhat" di media sosial usai dirinya dimutasi oleh atasannya tanpa alasan yang jelas pada Senin, (05/06/2023) kemarin.
Dalam unggahannya tersebut, Bripka Andry mengaku dirinya dimutasi dari Batalyon Pelopor B Sat Brimob Polda Riau Rokan Hilir, Riau ke Batalyon Pelopor A di Pekanbaru dengan alasan sang atasan menganggap Andry terlalu nyaman bekerja di satuan sebelumnya.
Namun, alasan ini tidak dapat diterima oleh Bripka Andry karena tidak merasa melakukan kesalahan apa-apa. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Simak inilah selengkapnya.
1. Sedang temani sang ibu yang sakit komplikasi
Bripka Andry pun juga menuliskan bahwa dirinya tidak ingin dimutasi karena sedang menemani sang ibu yang mengalami sakit komplikasi.
Bahkan saat menghadap Dansat Brimob Polda Riau di Pekanbaru, Andry pun ditemani sang ibu untuk memohon agar tidak dimutasi ke Pekanbaru terlebih lagi pemindahan begitu cepat dimana surat mutasi keluar tanggal 3 Maret 2023 lalu, sedangkan ia diminta sudah bekerja di satuan baru pada 8 Maret 2023.
2. Akui sudah setor 650 juta rupiah
Tak hanya meminta agar tidak dimutasi, Bripka Andry juga menuliskan pesan yang ia sampaikan ke Dansat Brimob Riau, Kombes Pol Ronny Lumban dengan mengaku sudah melaksanakan semua perintah komandan batalyon (danyon) dan menyetorkan uang sebesar Rp 650 juta ke atasannya tersebut. Namun, Andry pun mengaku Kombes Ronny tidak menerima uang tersebut.
3. Danyon dicopot usai Andry dimutasi
Baca Juga: Buntut Curhat Bripka Andry Setor Rp650 Juta ke Atasan, Komandan Brimob di Riau Dicopot
Namun, sebelum Andry mengunggah "curhatan" soal kasus ini, Danyon Brimob Pelopor B, Kompol Petrus sudah dicopot dari jabatannya sejak Maret 2023 lalu akibat dugaan penerimaan uang yang ia dapatkan dari anak buahnya. Hal ini pun diungkap oleh Kabid Propam Polda Riau, Kombes Pol Johanes Setiawan.
"Kompol Petrus ini sudah di copot dari bulan Maret, untuk rangka pemeriksaan," ungkap Johanes dalam keterangannya Senin (05/06/2023).
Hal ini juga dibenarkan Andry yang menegaskan dirinya sudah memberi uang setoran kepada sang atasan.
"Lain lagi dengan dana kebutuhan yang beliau (Kompol Petrus) perintahkan kepada saya. Ada juga yang saya serahkan secara tunai kepada Kompol Petrus dibuktikan dengan chat saya dengan beliau di WhatsApp. Sebelum saya dimutasi, saya diminta oleh beliau untuk mencari dana sebesar Rp53 juta untuk membeli lahan. Sampai bulan Februari 2023 saya sudah mengirimkan sejumlah Rp 650 jutaan ke rekening pribadi Danyon saya," sambung Andry dalam tulisannya.
4. Bripka Andry melakukan banyak pelanggaran
Di sisi lain, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol Ronny Lumban mengaku anggotanya tersebut memang memiliki banyak masalah selama berada di satuan kerjanya.
Berita Terkait
-
Buntut Curhat Bripka Andry Setor Rp650 Juta ke Atasan, Komandan Brimob di Riau Dicopot
-
Bripka Andry Anggota Brimob Riau Murka, Setor Rp650 Juta ke Atasan Berujung Mutasi
-
Komandan Brimob di Riau Dicopot Imbas Mutasi-Minta Setoran Sejumlah Uang ke Anggota
-
Danyon Brimob di Riau Dicopot Imbas Disebut Minta Setoran Capai Rp650 Juta ke Anggota
-
Anggota Brimob di Riau Dimutasi Ngaku Setor Rp650 Juta ke Komandan, 8 Orang Diperiksa
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara