Suara.com - Ketua DPP PAN Saleh Partaoanan Daulay mengatakan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) tetap berjalan. Menurutnya masih ada peluang ketiga partai di KIB tetap jalan bersama, tanpa adanya perbedaan dukungan.
Peluang itu ada lantaran KIB sejauh ini belum menentukan capres dan cawapres. Kendati PPP sudah lebih dulu menentukan pilihan ke Ganjar Pranowo.
"Soal KIB, masih tetap jalan dan akur. Penentuan pilihan capres dan cawapres belum selesai. Karena itu, potensi ketiga partai untuk bersama tetap masih ada. Dinamika politik masih berjalan dan diyakini akan semakin tinggi menjelang pendaftaran pasangan capres dan cawapres," kata Saleh kepada wartawan, Selasa (6/6/2023).
Sementara itu, PAN kekinian getol menyodorkan nama Erick Thohir untuk menjadi cawapres.
Saleh mengatakan PAN tidak lagi malu-malu untuk menyodorkan nama Erick sebagai cawapres, kendati ia bukan kader. Sebabnya, Erick memiliki kedekatan khusus dengan partai berlambang matahari tersebut.
"Kalau mau koalisi dengan capres lain, PAN tidak malu-malu menyebut dan menawarkan Erick Thohir sebagai cawapresnya. Ini penting disampaikan mengingat Erick Thohir selama ini sangat dekat dengan PAN. Banyak kegiatan PAN di daerah yang dihadiri dan didukung," tutur Saleh.
Selain Erick, PAN menyediakan opsi alternatif dengan menyodorkan nama Ketua Umum Zulkifli Hasan menjadi cawapres. Tetapi nama Zulhas tidak disodorkan ke Ganjar, tidak juga ke Prabowo Subianto, melainkan ke Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.
"Bagi PAN, pasangan Airlangga-Zulhas pantas untuk didorong. Pertama, sejak awal kedua tokoh ini telah menginisiasi KIB. Hubungan dan komunikasi antara keduanya sudah tentu sangat baik. Tinggal melihat potensi dan peluang dalam kontestasi nanti," kata Saleh.
Alasan keduanya, perolehan suara dan kursi PAN dan Golkar sudah cukup untuk mengusung pasangan sendiri. Diketahui jumlah kursi Golkar dan PAN adalah 129. Jumlah itu sudah melebihi batas minimun 20 persen, yakni 115 kursi.
Baca Juga: SMRC: Ganjar Berpeluang Naikkan Elektabilitas, Prabowo Cenderung Akan Turun
"Artinya, Golkar dan PAN saja sudah cukup membentuk poros kekuatan sendiri," kata Saleh.
Alasan ketiga adalah Golkar dan PAN memiliki segmentasi pemilih yang berbeda.
"Kerja sama keduanya diyakini akan mampu memperluas jaringan masing-masing. Dan pada saat yang sama, masyarakat juga memiliki pilihan alternatif yang diyakini mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan," ujarnya.
Sebelumnya, PAN tidak kehabisan akal untuk menawarkan pilihan cawapres kepada Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Setalah kekinian berupaya mendorong Erick Thohir, PAN mencova menghadirkan opsi lain sebagai antisipasi bila Erick ditolak. Adalah Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN yang akan disodorkan berikutnya jika saja Prabowo ogah meminang Erick.
"Saya berharap kalau Pak Prabowo, ini kan berandai-andai ya, kalau andai-andai Pak Prabowo tidak memilih Erick Thohir sebagai cawapresnya, kami alhamdulillah jika Prabowo milih Zulhas," kata Sekjen PAN Eddy Soeparno di kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Senin (5/6/2023).
Berita Terkait
-
Unggul di Survei Terbaru SMRC, Ganjar Pranowo Diklaim Jadi Satu-satunya yang Tampil Bukan Karena Dibuat-buat
-
Marselino Ferdinan Minta "Kursi" di BUMN ke Jokowi dan Erick Thohir
-
Said Didu Prediksi Selanjutnya MK akan Setuju Batasan Umur Capres-Cawapres Boleh Kurang dari 40 Tahun
-
SMRC: Ganjar Berpeluang Naikkan Elektabilitas, Prabowo Cenderung Akan Turun
-
Erick Thohir Buka Suara Soal Jumlah Tiket Indonesia vs Argentina Dijual Tak Sesuai Kapasitas
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah
-
Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026
-
DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan
-
Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang