Suara.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Suhajar Diantoro mengungkap tiga faktor penting dalam menghadapi bonus demografi pada acara Seminar Nasional Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLIII/2023 di Istana Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Padang, Selasa (6/6/2023).
Acara tersebut mengusung tema “Pembangunan Karakter Generasi Muda Bebas Kekerasan Menuju Generasi Emas Indonesia 2045”.
Suhajar mengatakan, Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2045. Dari data yang dikantonginya, usia produktif penduduk Indonesia mencapai 70 persen sepanjang tahun 2020-2030. Hal tersebut merupakan salah satu potensi dan peluang berharga bagi Indonesia untuk menjadi negara besar.
“Tiga hal untuk memastikan bahwa potensi ini betul-betul bermanfaat untuk negara, yang pertama pendidikan, pendidikan dan kualitasnya, artinya kalau usia produktif tadi yang berusia mulai dari 14-15 tahun tadi tidak dimulai dengan kata-kata edukasi, maka di tahun 2045 kita akan terancam, itu yang pertama,” katanya.
Kedua, lanjut Suhajar, adalah faktor lapangan kerja. Lapangan kerja yang cukup harus tersedia dan generasi muda diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Jika hal itu tidak terpenuhi, maka akan menjadi beban sosial bagi negara. Untuk itu dia mendorong dibukanya peluang kerja ke seluruh penjuru, salah satunya dengan membuka usaha.
“Maka ruang untuk bekerja di seluruh republik, termasuk UMKM. Bagaimana situasi dikembangkan di seluruh republik sehingga semua orang bisa berusaha, semua orang mudah mendagangkannya. Peluang kerja harus dibuka sampai ke seluruh penjuru, sehingga seluruh rakyat dengan mudah dapat memasarkan semua produksi-produksinya,” ujarnya.
Faktor ketiga, Suhajar menekankan agar generasi usia produktif harus berpartisipasi baik dalam politik, sosial, maupun ekonomi. Dia menjelaskan mengapa politik penting, alasannya pemuda bisa menjadi jembatan antara rakyat dengan pemerintah yang berdaulat dalam mengemban amanah kekuasaan. Ini sebagai konsekuensi dari sistem demokrasi yang dianut oleh Indonesia.
Dia melanjutkan, generasi muda bisa berperan aktif dalam penguatan partai politik (parpol). Apalagi tugas parpol yaitu mendorong birokrasi agar tumbuh menjadi profesional, bukan malah menciptakan kekuatan politik yang berkolusi dengan birokrasi untuk mencari keuntungan. Tugas parpol lainnya yakni mendidik rakyat supaya menjadi pintar.
“Jadi manusia usia produktif yang berjumlah 200 juta tadi harus berperan politik seperti yang dicontoh tadi, ekonomi, politik, dan dalam kehidupan kemasyarakatannya. Apabila tiga hal ini dapat kita wujudkan peluang kita untuk baik maka akan semakin besar,” ungkapnya.
Baca Juga: Sandiaga Uno Ajak Generasi Muda Bawa Politik Amar Makruf Nahi Mungkar
Berita Terkait
-
Sekjen Kemendagri Dukung Generasi Muda yang Bebas Kekerasan di Tengah Perkembangan Teknologi
-
Rakornas BPSDM 2023: Wamendagri Tekankan Penguatan SDM Unggul di Provinsi Papua, Papua Barat, dan DOB
-
Kemendagri Dorong Kolaborasi ASN yang Unggul untuk Wujudkan Visi Nasional dan Daerah
-
Gubernur Ridwan Kamil Tebar Inspirasi Kepemimpinan kepada Generasi Muda
-
Mendagri Dorong Kebutuhan Gas di Kabupaten Banggai Terpenuhi
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Menlu: Prabowo Tekankan Jalur Dialog Atasi Konflik Perbatasan Myanmar di KTT ASEAN
-
Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Ditanami Kembali
-
Tragis! ILRC Temukan 20 Kasus Femisida di 2025, Korban Banyak Dibunuh Pasangan
-
Bareskrim Gerebek Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, 321 WNA Ditangkap
-
Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sapa Warga dari Atas Maung
-
Mau Penghasilan Pencari Ikan Meningkat, Prabowo Targetkan 1.386 Ribu Kampung Nelayan Tahun Ini
-
Bakar Semangat Mahasiswa UI, Afi Kalla: Industri Besar Mulai dari Garasi
-
Markas Judi Online Lintas Negara di Hayam Wuruk Digerebek, Polisi Sita Banyak Barang Bukti
-
Prabowo Tiba di Gorontalo, Langsung Tinjau Kampung Nelayan Leato Selatan
-
ILRC Ungkap Femisida Banyak Terjadi di Ruang Privat, Pelaku Bisa Pasangan hingga Keluarga