Belakangan ini, kembali viral salah satu jargon yang sebelumnya sudah melekat dengan lembaga independen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai motor dalam memberantas tindak pidana korupsi di Tanah Air, yaitu ‘Jumat Keramat’. Namun, tampaknya persepsi tersebut ingin dikesampingkan oleh Ketua KPK saat ini Firli Bahuri.
"Mungkin sekarang tidak ada lagi yang mendengar pengumuman tersangka hari Jumat, nggak ada lagi. Kenapa? Karena kami membangun bahwa Jumat Keramat tidak ada. Yang ada setiap hari itu keramat. Kenapa? Kami tidak ingin dikatakan kami menarget seseorang. Pokoknya hari Jumat harus ada pengumuman tersangka, kami tidak," tukas Firli.
Hal tersebut disampaikan oleh Firli pada saat kunjungannya ke Lapas Sukamiskin untuk memberikan penyuluhan anti korupsi pada narapidana kasus korupsi. Firli menyebut bahwa KPK hanya akan melakukan penangkapan tersangka pada saat sudah ada alat bukti yang cukup.
Tidak diketahui secara pasti sejak kapan ‘Jumat Keramat’ cukup lazim melekat apabila KPK menetapkan seseorang menjadi tersangka atau melakukan penahanan pada tersangka pada hari Jumat. Meski saat ini, Firli Bahuri menyebut hal demikian tidak ada lagi.
Lantas, apa itu Jumat Keramat KPK? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Istilah Jumat Keramat diketahui muncul sebab KPK sering melakukan penetapan tersangka dugaan tindak pidana korupsi pada hari tersebut. Lembaga antirasuah tersebut juga kerap menahan para tersangka setelah dilakukan pemeriksaan di hari Jumat.
Deretan Tersangka yang Pernah Terjerat ‘Jumat Keramat’ di KPK
1. Eks Dirut Nonaktif PT Pelindo II Richard Joost Lino
Di tahun 2021, KPK resmi menahan Richard Joost Lino atau RJ Lino setelah lebih dari 5 tahun memegang status sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit quay container crane (QCC). Ia ditahan pada hari Jumat (26/3/2021).
Baca Juga: Cobaan Bertubi-tubi Nasdem Usai Deklarasikan Anies, Drama Pilpres hingga Menteri Diciduk KPK
2. Eks Menpora Imam Nahrawi
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi juga terjerat Jumat Keramat KPK setelah ditahan KPK pada hari Jumat (27/9/2019). Di akhir masa jabatannya tersebut, Imam diketahui terlibat dalam kasus suap terkait dengan dana hibah dari Kemenpora untuk KONI.
3. Eks Anggota DPR RI Fraksi Golkar Idrus Marham
Di era pemerintahan Jokowi, KPK juga menjerat anggota DPR RI Fraksi Golkar, Idrus Marham di hari Jumat (31/8/2018). Ia ditangkap karena diduga mengetahui dan turut andil dalam penerimaan uang oleh Eni Maulani Saragih dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo.
4. Ekes Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Wisnu Kuncoro
KPK berhasil menjerat Wisnu Kuncoro yang saat itu menduduki jabatan sebagai Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) di hari Jumat (22/3/2019).
Ia diduga meminta uang senilai 10 persen dari total nilai kontrak proyek kepada PT Grand Kartech dan Group Tjokro.
5. Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy
Ketua Umum PPP Romahurmuziy juga menjadi salah satu yang masuk ke dalam daftar KPK di hari Jumat Keramat. Ia ditangkap di Jawa Timur pada hari Jumat (15/3/2019).
6. Eks ketua DPR RI Setya Novanto
Jumat Keramat KPK juga berhasil menjerat Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) di hari Jumat (17/11/2017). Ia diduga terlibat dalam kasus korupsi KTP atau e-KTP.
7. Eks Menteri Agama Suryadharma Ali
Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali juga ditahan oleh KPK pada Jumat (10/4/2015) terkait dengan kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji pada 2012-2013.
8. Eks Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum
Jumat Keramat juga berhasil meringkus mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum di hari Jumat (22/2/2013). Ia diduga menerima sebuah mobil Toyota Harrier dari perusahaan kontraktor proyek Sport Center Hambalang.
9. Eks Politikus Partai Demokrat Angelina Sondakh
KPK berhasil menahan Politikus Partai Demokrat Angelina Sondakh di hari Jumat (27/4/2012). Mantan anggota Komisi Olahraga DPR tersebut tersandung dalam kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games dengan menerima uang sebesar Rp 25 miliar.
10. Eks Gubernur Banten Atut Chosiyah
Jumat Keramat menjadi saksi tertangkapnya mantan Gubernur Banten Atut Chosiyah. Ia berhasil ditahan pada Jumat (20/12/2013) karena terlibat dalam kasus suap sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Lebak dan proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) di Provinsi Banten.
11. Eks Ketua DPP Golkar Bidang Pemuda dan Olahraga Fahd El Fouz
Pada Jumat (28/4/2017), KPK berhasil menangkap Fahd A Rafiq karena keterlibatannya dalam korupsi pengadaan Al-Quran. KPK menyebut upaya penahanan tersebut sudah sesuai dengan Pasal 21 KUHAP.
12. Mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu
Pada Jumat (27/2/2015), KPK melakukan penahanan terhadap tiga tersangka kasus korupsi engineering design PLTA Mamberamo Papua. Ia menjadi salah satu tersangka adalah mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu.
13. Mentan Syahrul Yasin Limpo
Terbaru, Jumat Keramat juga berhasil menjerat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam kasus korupsi. Informasi terkait dengan pemanggilan Syahrul Yasin Limpo tersebut diinformasikan langsung oleh Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri.
Suara.com - Adapun KPK sudah melayangkan surat undangan pemanggilan yang ditujukan kepada menteri dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) tersebut.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Cobaan Bertubi-tubi Nasdem Usai Deklarasikan Anies, Drama Pilpres hingga Menteri Diciduk KPK
-
KPK Usut Dugaan Korupsi di Kementerian Pertanian, Mentan Diduga Terlibat
-
Bantah Sengaja Targetkan Menteri NasDem Usai Kabar Mentan Tersangka, KPK: Stop Asumsi Itu!
-
Koar-koar Lagi! Sebut Pimpinan KPK Minta Restu Jokowi buat Jerat Petinggi Parpol Tersangka, Denny Indrayana: Ada Empat Dugaan Kasus Korupsi
-
Usai Mentan Syahrul Yasin Limpo Dikabarkan Korupsi, Begini Respons NasDem
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
- Ini 4 Tablet Paling Murah 2026, Memori Tembus 256 GB
Pilihan
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
-
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
-
KPF: Eskalasi Demo Agustus Dipicu Kematian Affan Kurniawan yang Tak Segera Ditangani Polisi
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
Terkini
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
SBY Bawakan Lagu Hening di Perayaan Imlek Demokrat: Izinkan Seniman Ini Bicara
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
-
KPK Minta Menag Nasaruddin Umar Klarifikasi Jet Pribadi OSO: Jangan Tunggu Dipanggil
-
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
-
Latih Operator Dinsos Cara Reaktivasi BPJS PBI, Kemensos Pastikan Pengajuan Bisa Sehari Selesai
-
Respons Teror ke Ketua BEM UGM, Mensesneg: Kritik Sah Saja, Tapi Kedepankan Adab Ketimuran
-
Golkar Dukung Penuh Diplomasi 'Mengalir Tak Hanyut' Prabowo di AS
-
KPF: Eskalasi Demo Agustus Dipicu Kematian Affan Kurniawan yang Tak Segera Ditangani Polisi
-
Bukan Soal Beda Pendapat, Menkes Ungkap Alasan dr. Piprim Dipecat