Suara.com - Rancangan Undang-Undang (RUU) Desa memuat beberapa usulan pasal yang kontroversial dari sederet anggota DPR RI yang tergabung dalam Panitia Kerja (Panja). Salah satu usulan pasal RUU Desa tak lain adalah kenaikan gaji Kepala Desa (Kades) oleh Anggota DPR dari Fraksi PKS DPR RI, Syahrul Aidi Mazaat.
Syahrul kala rapat Panja di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/6/2023) menegaskan urgensi kenaikan gaji Kades.
Politisi PKS tersebut berdalih bahwa banyak Kades yang telilit utang. Syahrul juga mengungkap beberapa dampak berat dari jeratan utang tersebut seperti kasus Kades yang diceraikan pasangannya.
"Bahkan sampai diceraikan oleh pasangannya karena terlilit banyak utang. Jadi saya minta gajinya itu juga perlu ditingkatkan lagi," tegas Syahrul dalam rapat tersebut.
Adapun gaji kades diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Berdasarkan PP tersebut, gaji Kades berada di nominal paling sedikit Rp 2.426.640.00 setara 120 persen dari gaji pokok pegawai negeri sipil (PNS) golongan ruang II/a.
Syahrul berencana agar nominal tersebut lebih tinggi demi membebaskan para kades dari lilitan utang yang mencekik.
Pro kontra DPR saran gaji Kades naik, Warganet: Mending bikin pelatihan keuangan
Meski Syahrul telah ngotot hingga memberikan alasan mendasar terkait kenaikan gaji Kades tersebut, tak sedikit dari publik yang melontarkan kritik mereka.
Baca Juga: Oknum Kades di Deli Serdang Dilaporkan ke Polisi, Diduga Tiduri Istri Anggota Satpol PP
Linimasa media sosial kini dibanjiri dengan kritikan publik terhadap saran Syahrul tersebut.
Seorang warganet justru melihat untuk mengatasi masalah utang di tengah para Kades yakni dengan memberikan pelatihan keuangan.
Bahkan warganet tersebut menilai pelatihan keuangan bisa lebih menghemat anggaran negara dengan dampak yang lebih signifikan. Pasalnya, ia menilai bahwa akar masalah utang terletak di perilaku konsumtif, boros, dan tak pandai berinvestasi.
"Lebih murah dikasih pelatihan financial planning saja gak sih? Selama karakter/kultur konsumtif, kredit, bad investment, kawin lagi gak dikoreksi, mau digaji berapapun ya gak selesai masalah," cuit warganet.
Warganet lain menaruh perhatian di perilaku korupsi di tengah oknum Kades yang membuat mereka terlilit utang. Warganet tersebut juga menyayangkan Kades sudah dapat banyak privilese namun berencana untuk ditambah.
"Itu karena mereka korup. bukan karena gajinya ngga cukup. mereka dapet gaji, tanah bengkok, dapet bagian dari penyewaan tanah desa. udah kurang apa lagi," sesal warganet.
Berita Terkait
-
Oknum Kades di Deli Serdang Dilaporkan ke Polisi, Diduga Tiduri Istri Anggota Satpol PP
-
Gus Imin Minta Pemerintah Pastikan Antraks Gunungkidul Tak Tersebar ke Daerah Lain
-
Soal Tebusan Rp 5 M Demi Bebaskan Pilot Susi Air, Komisi I: Boleh Negosiasi Tapi Jangan Jatuhkan Harga Diri Bangsa
-
Politisi PKS Usul Gaji dan Tunjangan Kepala Desa Naik
-
Jokowi Serahkan 4 Calon Bos OJK ke DPR
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
Komnas HAM Dorong Agar Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilakukan Melalui Pengadilan Umum
-
Hilal di Batas Kriteria MABIMS, Bosscha ITB Sebut Posisi Bulan Sulit Diamati
-
Update Korban Perang AS-Israel vs Iran: Tembus Ribuan Jiwa Meninggal Dunia
-
Angka Pemudik 2026 Melonjak 10 Persen, Simak Data Lengkap Kemenhub Berikut Ini
-
Apa Itu Ladang Gas South Pars? Pusat Energi Dunia yang Diserang Rudal Israel
-
Lebaran Berpotensi Sabtu 21 Maret, Kemenag DIY Pantau Hilal di POB Syekh Bela Belu Sore Ini
-
Beri Kejutan Menyenangkan, LRT Jabodebek Berlakukan Tarif Rp1 Saat Idul Fitri 2026
-
Hilal Dinilai Belum Penuhi Kriteria, BRIN-BMKG Prediksi Idulfitri 2026 Jatuh 21 Maret
-
Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran
-
KWP Salurkan 2.000 Sembako Jelang Idul Fitri 2026, Sasar Hingga Pelosok Desa