Suara.com - Mahkamah Agung (MA) sudah menugaskan lima hakim agung yang bakal mengadili proses kasasi Ferdy Sambo. Melansir dari laman resminya, Jumat (7/7/2023), kelima hakim agung itu adalah Suhadi, Desnayeti, Jupriyadi, Yohanes Priyana, dan Suharto.
Formasi tersebut terbilang langka karena biasanya MA hanya menugaskan tiga orang hakim agung. Adapun diketahui, Ferdy Sambo mengajukan kasasi usai keberatan divonis hukuman mati dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
Sementara itu, Suhadi terpilih menjadi ketua majelis. Sebelum mengadili proses kasasi Ferdy Sambo, kelima hakim agung tersebut kerap menunaikan tugas untuk beberapa kasus. Berikut rekam jejaknya yang berhasil terangkum oleh Suara.com.
Rekam Jejak Lima Hakim Agung Kasasi Ferdy Sambo
Suhadi yang menjabat Ketua Muda MA Bidang Pidana dan Desnayeti dikenal sebagai hakim agung pemberi hukuman mati. Sebab, keduanya kerap menjatuhkan hukuman mati kepada Zuraida Hanum, yang membunuh suaminya, yakni hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin.
Tak hanya itu, mereka juga menjatuhkan hukuman mati kepada mantan anggota Brimob, Kusdarmanto. Hukuman ini diberikan kepada Kusdarmanto usai ia menembak mati tiga pengawal mobil uang pada tahun 2009 silam di Magelang, Jawa Tengah.
Desnayeti pun pernah memvonis hukuman mati kepada pasangan suami istri, M Nurhadi dan Sari Murni Asih. Dua orang ini adalah pelaku pembunuhan Abdullah Fithri Setiawan atau Dufi yang mayatnya dimasukkan ke dalam drum, lalu dibuang.
Kemudian, di majelis lain, Suhadi memutuskan hukuman mati kepada Muslimin atau Limin di tingkat Peninjauan Kembali (PK). Sebagai pengingat, Muslimin merupakan seorang dukun pengganda uang yang menghabisi nyawa tiga korbannya.
Beralih ke Suharto yang pernah menangani kasasi kasus Rizieq Shihab. Ia yang ditunjuk sebagai Juru Bicara MA sejak Februari 2023 itu juga kerap dihadapkan dengan putusan PN Jakarta Pusat yang mengabulkan permohonan Partai Prima untuk menunda pelaksanaan pemilu.
Suhadi, Jupriyadi, dan Suharto baru-baru ini juga mengubah hukuman pimpinan Indosurya, yakni Henry Surya, menjadi 18 tahun penjara. Sementara itu, nama Jupriyadi mulai dikenal ketika mengadili Ahok di PN Jakarta Utara. Di sisi lain, tak ditemukan rekam jejak Yohanes Priyana.
Hanya saja, ia bersama empat hakim agung lainnya merupakan majelis yang juga mengadili tersangka pembunuhan Brigadir Yosua lain, seperti Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal Wibowo. Susunan ini terbilang langka karena jarang sekali MA menugaskan lima hakim agung.
Penugasan lima hakim agung terakhir kali dilakukan saat mengadili PK Djoko Tjandra. Di mana Djoko Tjandra terbukti menyuap Jaksa Pinangki hingga Irjen Napoleon Bonaparte. Adapun mereka yang ditugaskan, yakni Andi Samsan Nganro, Suhadi, Sri Murwahyuni, Eddy Army, dan Surya Jaya.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Istri Simpanan Ferdy Sambo Ditangkap karena Terlibat Kasus Brigadir J?
-
Anak Ferdy Sambo Curhat Dilarang Jenguk Ibunya di Penjara
-
CEK FAKTA: Simpanan Ferdy Sambo Diringkus Polri, Terbukti Terlibat dalam Kasus Brigadir J
-
Trisha Eungelica Putri Ferdy Sambo Ungkap Kondisi Terkini Ibunda di Penjara: Mama Sedang Sakit...
-
CEK FAKTA: Ferdy Sambo Jumpa Pers Ungkap Pesan Terakhir
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno