Suara.com - Kasus obesitas kembali terungkap. Kali ini, seorang remaja bernama Ahmad Juwanto (19) asal Cipayung, Jakarta Timur harus dievakuasi dari rumahnya karena mengidap obesitas. Berat badan Juwanto pun mencapai 230 kilogram.
Hal ini pun membuat warga sekitar Jalan SMP 160, Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur khawatir dengan kondisi Juwanto. Atas laporan warga sekitar, Juwanto pun akhirnya berhasil dirujuk ke RS Adhyaksa untuk mendapatkan perawatan intensif.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana proses evakuasi Juwanto? Simak inilah 5 fakta selengkapnya.
1. Dievakuasi dengan mobil Damkar
Proses evakuasi Juwanto dari rumahnya menuju rumah sakit pun berlangsung dramatis. Beberapa petugas damkar yang mendatangi rumahnya pada Kamis, (6/7/2023) kemarin cukup kesulitan mengevakuasi Juwanto. Tubuh Juwanto harus dibopong menggunakan tempat tidur ambulans.
Petugas Damkar beberapa kali harus mengubah posisi Juwanto agar bisa keluar dari dalam rumah dan menuju mobil ambulans didampingi beberapa petugas damkar. Tubuh Juwanto juga harus diikat dengan sabuk pengaman agar tidak terjatuh.
2. Sudah obesitas sejak umur 10 tahun
Dari pengakuan Juwanto, ia mengungkap bahwa kenaikan berat badannya terjadi selama 8 tahun terakhir atau saat dirinya masih berumur 10 tahun.
"Sejak umur 10 tahun sudah mulai obesitas. Waktu itu saya masih bisa beraktivitas seperti biasa sampai umur 17 tahun. Baru naik drastis berat badannya di umur 18 tahun," kata Juwanto dalam pernyataannya pada Rabu (5/7/2023).
Juwanto pun sempat bersekolah hingga kelas 2 SMP sebelum akhirnya berhenti sekolah karena berat badannya tak lagi bisa ditopangnya.
3. Mengeluh sakit di tangan dan kaki
Kesehatan Juwanto semakin menurun dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Nenek Juwanto, Lina mengungkap sang cucu sudah mengeluhkan sakit di tangan dan kaki beberapa waktu terakhir.
"Iya memang kesehatannya sudah menurun dua bulan ini. Keluhannya sakit di tangan dan kaki. Sebenarnya masih bisa bergerak, tapi sakit katanya," ungkap Lina.
4. Biaya perawatan ditanggung BPJS
Juwanto pun langsung dirujuk ke RS Adhyaksa untuk mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter di sana. Tim dokter yang menangani Juwanto, terdiri dari dokter penyakit dalam dan dokter gizi. Biaya perawatan Juwanto ditanggung oleh BPJS.
Berita Terkait
-
Terhimpit Masalah Ekonomi, Cipto Raharjo Pria Berbobot 200 Kilogram Asal Tangerang Kondisi Kesehatannya Memprihatinkan
-
Masuk IGD RSUD Kota Tangerang, Evakuasi Cipto Raharjo Pria Berbobot 200Kg menggunakan Troli
-
Kesaksian Tetangga: Winarsih Teriak Histeris Minta Tolong Saat Dikabar Suami Pada Malam Takbiran Idul Adha
-
Diduga Gara-gara Terbakar Rasa Cemburu, Suami di Cakung Nekat Bakar Istri dan Kedua Anaknya Hidup-hidup
-
Kisah Sedih Cipto Raharjo Pria Obesitas 200 Kg di Tangerang, Hidup Sulit Ekonomi Menghujam
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik