Suara.com - Ayub Yakin Zaman (74), seorang peserta haji Embarkasi/Debarkasi Ujung Pandang (UPG) Makassar meninggal dunia dalam pesawat Garuda Indonesia. Saat itu, dia tengah dalam perjalanan pulang sebelum mendarat di Tanah Air.
Sekretaris Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) Embarkasi/Debarkasi UPG Makassar Wahyudin Hakim menuturkan peserta haji yang wafat dalam perjalanan asal Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut).
"Sebelum mendarat sudah dinyatakan wafat. Peserta haji ini asal Embarkasi/Debarkasi Makassar. Sebelum dinyatakan meninggal, tim medis sempat memberikan perawatan tetapi nyawanya tidak tertolong," ujar Wahyudin di Makassar, Rabu (12/7/2023).
Diektahui, Ayub Yakin Zaman yang tergabung dalam Kloter 10 dinyatakan meninggal dunia sebelum mendarat di Bandara Internasional Kualanamu Medan (KNO).
Kepastian meninggalnya almarhum disampaikan oleh petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kloter 10 Debarkasi Makassar dr. Nurdhani sesaat setelah tiba di aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu pada pukul 03.15 dini hari.
Ayub Yakin Zaman dinyatakan meninggal akibat hipertensi dan anemia dalam penerbangan GIA-1210 tujuan Makassar.
“Riwayat penyakit almarhum hipertensi dan anemia. Almarhum sangat lemas karena tidak mau makan,” kata Nurdhani.
Berdasarkan keterangan pihak maskapai, Dhanil, sesampainya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, jenazah langsung dibawa ke RSUD Daya Biringkanaya Makassar guna dilakukan pemulasaran jenazah untuk kemudian diantar kembali ke Bandara pada pagi hari dan langsung diterbangkan ke Ternate dengan pesawat Lion Air.
Keseluruhan biaya pemulangan jenazah ditanggung oleh pihak Garuda.
Dengan meninggalnya almarhum Ayub Yakin Zaman, jumlah jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 10 Debarkasi UPG Makassar ini menjadi 392 orang.
“41 hari lalu diberangkatkan 393 calon jamaah haji, dan malam ini kembali 392 haji. Salah seorang haji asal Maluku Utara dinyatakan meninggal di pesawat. Ini menambah daftar jamaah haji embarkasi Makassar yang meninggal menjadi 37 orang,” kata Wahyuddin Hakim. (Antara)
Berita Terkait
-
BRI Liga 1 2023/24 Baru Jalan Dua Pekan, Dewa United dan Arema FC Boncos Rp50 Juta Gegara Telat Masuk Lapangan
-
Arema FC Didenda Rp50 Juta Gara-gara Telat Masuk Lapangan
-
Penerima Bansos Sembako Tahap 2 di Makassar Naik 300%, Ini Cara Pos Indonesia agar Cepat Tersalurkan
-
Baru Dua Pekan Kompetisi Berjalan, 4 Klub BRI Liga 1 Didenda Puluhan Juta Rupiah, Salah Satunya PSM Makassar
-
Hasil Sidang Komdis PSSI Terbaru: PSM, Arema FC dan Dewa United Didenda Puluhan Juta
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
Terkini
-
Adu Jotos Pedagang Cilok di Kembangan, Korban Alami Luka Parah dan Dilarikan ke RSUD Cengkareng
-
KPK Geledah Kantor Pusat Ditjen Pajak, Usut Korupsi 'Diskon' Pajak Rp60 Miliar
-
Sosiolog USK Sebut Peran Dasco Jadi Titik Balik Percepatan Pemulihan Aceh
-
Usut Kasus Korupsi Haji, KPK Periksa Ketua Bidang Ekonomi PBNU
-
5 Daerah Jakarta Masuk Kategori Siaga Banjir, Pompa Kali Asin Sempat Tembus Level Merah!
-
Jakarta Tenggelam Lagi, Modifikasi Cuma Solusi 'Semu', Infrastruktur Biang Keroknya?
-
Tantangan Rencana Rehabilitasi Pascabencana di Sumut: Banyak Rumah Rusak Tak Masuk Kriteria Bantuan
-
Giliran Ancaman Banjir Rob Hantui Pesisir Jakarta hingga 20 Januari
-
Kemenag Buka Penerimaan Murid Baru Madrasah 2026/2027, Bisa Daftar Online
-
Gaya Gibran Saat Kunker ke Papua: Kalungkan Noken dan Disambut Tari Tifa di Biak