Suara.com - Ekonom menilai, wajib bagi figur calon presiden dan calon wakil presiden (capres dan cawapres) menguasai isu ekonomi.
Sebab, hal tersebut penting untuk kesejahteraan yang berkaitan dengan masalah ekonomi untuk masyarakat.
"Karena tujuan utama adalah kesejahteraan yang sangat terkait dengan ekonomi. Maka wajib bagi setiap capres dan cawapres untuk menguasai isu ekonomi," kata Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah saat dihubungi pada Selasa (1/8/2023).
Menurutnya, selain figur capres-cawapres itu sendiri, diperlukan juga tim yang kuat untuk menopang menghadapi masalah ekonomi.
"Tidak harus capres dan cawapresnya secara langsung. Tetapi, mereka bisa dibackup dengan tim ekonomi yang handal," tututnya.
Ia menyampaikan, konsep ekonomi dari masing-masing capres-cawapres menjadi hal yang paling ditunggu.
"Seperti apa konsep mereka? Mau dibawa kemana perekonomian kita? Apa prioritas mereka? Dari sekian banyak permasalahan ekonomi, mana yang akan menjadi prioritas diselesaikan terlebih dahulu," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, permasalahan perekonomian Indonesia sangat kompleks, untuk itu dibutuhkan satu tim yang kuat.
"Tapi kalau presiden dan wapresnya punya background ekonomi tentu lebih mudah mereka memimpin tim ekonomi yang bekerja," katanya.
Sementara itu, LSI Denny JA dalam rilis terbarunya menyebutkan bahwa nama Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto bisa menjadi figur alternatif sebagai cawapres untuk menguatkan posisi calon presiden dari sisi isu ekonomi.
Nama Airlangga bersanding dengan Erick Thohir dalam masalah tersebut. Airoangga kekinian memang memiliki latar belakang yang kuat berkaitan dengan ekonomi yakni sebagai Menko Perekonomian.
Airlangga disebut bisa menunjang bakal capres seperti Ganjar Pranowo dan juga Prabowo Subianto untuk Pilpres 2024.
"Untuk memperkuat isu ekonomi, Ganjar bukan hanya sekedar memilih cawapres, tapi jg perlu memilih cawapres yg memiliki kekuatan di aspek isu ekonomi, yg pertama kami melihat perlu melihat cawapres dari ekonomi ini adalah Erick Thohir, kemudian Sandiaga Uno dan Airlangga Hartarto," tuturnya.
"Kemudian dari sisi ekonomi, karena tadi Sandiaga Uno sudah terlalu lengket dengan Ganjar, kita melihat ada dua cawapres yang bisa digandeng oleh Prabowo Subianto yaitu Erick Thohir dan Airlangga Hartarto," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Geledah Kantor Pusat Bea Cukai dan Rumah Tersangka, Dokumen hingga Uang Tunai Diamankan
-
Indonesia Police Watch Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Akan Jadi Pembantu Politisi
-
Filosofi Jersey Soekarno Run 2026: Mengusung Semangat Berdikari dan Simbol Perjuangan
-
Golkar Dukung Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Politik Bebas Aktif, Mengalir tapi Tidak Hanyut
-
Dicecar Polisi 63 Pertanyaan Terkait Kasus Mens Rea, Pandji Bantah Tuduhan Penistaan Agama
-
Rayakan HUT ke-18 Partai Secara Sederhana, Sejumlah Elite Gerindra Mulai Berdatangan ke Kertanegara
-
Petaka di Jalur Besi Tanah Sareal: Warga Penjaga Palang Pintu Tergeletak Usai Tertemper Kereta
-
Sambut Praja IPDN, Wamendagri Bima Arya Tekankan Fokus Pemulihan Permukiman Warga Aceh Tamiang
-
Sambut HUT PDIP ke-53, Atribut Soekarno Run 2026 Resmi Diluncurkan di GBK
-
Pramono Targetkan Inflasi Jakarta 2026 Jinakkan Angka Nasional