Sempat beredar kabar bahwa Mario Dandy tidak membayar bensin saat sedang berada di pom. Hakim dalam sidang pun menanyakannya dan ia diminta berkata jujur. Namun, hal ini dibantah olehnya. Ia memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.
"Di pom bensin tidak bayar pom bensin atau apakah itu?" tanya Hakim.
"Itu tidak betul, Yang Mulia," jawab Mario Dandy.
3. Tak Bayar Tol
Hakim memastikan soal cerita Shane Lukas yang mengatakan bahwa Mario Dandy sempat sengaja memepet mobil lain di tol agar tidak bayar. Hal tersebut kemudian diakui Mario. Ia juga mengetahui jika perbuatan itu termasuk yang melawan hukum.
"Shane Lukas bercerita, pada saat saudara mau berangkat sampai memepet mobil lain di tol supaya tidak bayar, betul enggak?" tanya Hakim.
"Betul, Yang Mulia," jawab Mario.
"Tahu enggak itu melanggar hukum?" tanya Hakim lagi.
"Tahu, Yang Mulia," jawab Mario.
Baca Juga: Kerap Muncul di Kasus Besar, Ini Sosok Jamin Ginting yang Kini Jadi Saksi Ringankan Mario Dandy
Mario sebelumnya diketahui menerobos palang pintu tol saat masuk ke Gerbang Tol Ciputat 2. Kala itu, ia diduga akan menjemput Shane Lukas di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Lalu, ia berkendara sampai keluar di kawasan Petukangan.
4. Ngaku Tidak Menyangka Lakukan Kejahatan Hebat
Mario Dandy mengaku tidak menyangka dirinya bisa melakukan kejahatan yang hebat. Meski begitu, maksud dari perkataannya ini mengarah pada kondisi David yang sangat parah akibat perbuatannya. Ia lantas menyatakan rasa penyesalan.
"Saya menyesal kenapa saya harus melakukan itu, kenapa saya tidak berpikir sebelum melakukan itu, saya enggak menyangka saya melakukan perbuatan sehebat itu, maksudnya luar biasa itu menurut saya sangat di luar bayangan saya," kata Mario.
"Saya heran kenapa saya bisa sampai seperti itu, kenapa pada saat itu saya tidak berpikir dua kali sebelum saya melakukan tindakan itu dan yang paling saya sesali kondisi yang dialami korban yang masih berusaha untuk pulih pada saat ini," sambungnya.
5. Sebar Video David
Jaksa mencecar Mario Dandy soal penyebaran foto dan video David ke tiga temannya usai penganiayaan. Mario pun mengakui hal tersebut. Jaksa kemudian bertanya maksud dari foto bertuliskan 'tindak' dan dijawab sebagai tindakan terhadap korban.
"Untuk foto yang dikirimkan ke El (teman Mario), ada muka anak David dengan tulisan 'tindak'. Apa maksud kamu tulis seperti itu?" tanya jaksa.
"Tindakan saya ke David," jawab Mario.
Jaksa juga menanyakan soal video yang dikirim Mario Dandy ke teman yang lain. Adapun video tersebut dilabeli 'kenang-kenangan'. Jaksa lantas bertanya maksudnya, apakah terkait rasa bangga karena sudah menganiaya. Namun, hal ini dibantah.
"'Gua kasih ke lu doang, kenang-kenangan'. Kenang-kenangan seperti apa?" tanya jaksa lagi.
"Kenang-kenangan kenapa saya bisa masuk Polsek," kata Mario.
"Bukan kenang-kenangan bangga lakukan hal itu (penganiayaan)?" cecar jaksa.
"Bukan," jawab Mario.
6. Akui Dua Kali Freekick Kepala David
Mario Dandy mengakui menendang kepala David dengan gaya bebas atau free kick sebanyak dua kali. Ia bahkan membenarkan soal selebrasi usai melakukan tendangan tersebut. Ia menyatakan bahwa hal itu dilakukan karena merasa kesal dengan korban.
"Itu sekali atau dua kali saudara melakukan free kick?" tanya jaksa.
"Dua kali," jawab Mario Dandy.
"Saudara di akhir kan melakukan selebrasi, tujuannya apa?" ujar jaksa.
"Kesal," jawab Mario.
7. Akui Ancam Tembak David
Tak hanya itu, Mario Dandy juga mengaku sempat mengancam akan menembak David. Meski begitu, percakapan ini menurutnya tidak serius. Ia pun menyatakan bahwa David kerap tertawa dan meminta Mario untuk mencarinya.
"Bilangnya 'ya sudah Reng, paling lu gue tembak'. Dia (David) ketawa-ketawa, 'ya sudah Dan, cari gue aja'," ungkap Mario.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Kerap Muncul di Kasus Besar, Ini Sosok Jamin Ginting yang Kini Jadi Saksi Ringankan Mario Dandy
-
Aniaya David, Mario Dandy Sebut 'Tak Sangka Lakukan Perbuatan Sehebat Itu'
-
'Beta Orang Susah' Ibu Korban Aniaya Anak Ketua DPRD Ambon Histeris, Harapan Sekolahkan Hingga Tamat Pupus Sudah
-
Mirip Mario Dandy, Ketua DPRD Ambon Ucap Belasungkawa ke Korban Penganiayaan Anaknya Malah Disindir: Enggak Minta Maaf
-
Aniaya Terduga Maling hingga Tewas, Ancol Pecat Empat Sekuritinya
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek