Suara.com - Terduga pelaku tindak pidana pencurian di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, tewas dianiaya sejumlah orang. Salah satunya disebut melibatkan anggota polisi.
Terkait itu, Bidang Propam Polda Jawa Tengah tengah menyelidiki dugaan keterlibatan seorang anggota polisi tersebut.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Satake Bayu Setianto mengatakan peristiwa penganiayaan yang menewaskan seorang terduga pencuri berinisial JA terjadi pada akhir Mei 2023.
Menurut dia, salah seorang pelaku penganiayaan yang menewaskan terduga pencuri tersebut diketahui merupakan anggota polisi.
"Sudah ditindaklanjuti, ada satu yang merupakan anggota polisi," katanya di Semarang, Kamis (3/8/2023).
Meski demikian, Bayu belum mengungkap identitas oknum polisi yang terlibat tersebut.
Ia mengatakan dalam peristiwa penganiayaan tersebut juga dilakukan proses hukum terhadap masyarakat sipil yang terlibat.
"Proses hukumnya ditangani oleh Polres Kendal," katanya.
JA, terduga pelaku tindak pidana pencurian diduga dianiayai hingga tewas setelah kepergok beraksi di wilayah Boja, Kabupaten Kendal.
Baca Juga: Hukuman Penganiayaan Terhadap Hewan Sesuai KUHP dan Undang-undang
Pelaku pencurian sempat dilarikan ke puskesmas usai dibawa ke Polsek Boja, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. (Antara)
Berita Terkait
-
Nekat, Pria Asal Jombang Ini Mencuri Mobilnya Sendiri yang Digadaikan
-
Digebuki Pakai Kabel hingga Bambu di Pos, Kronologi Pengunjung Tewas Dianiaya 4 Satpam Ancol karena Dituduh Maling Tas
-
Nekat, Pencuri Ini Tinggalkan Motor Curian untuk Sikat Mobil
-
Hukuman Penganiayaan Terhadap Hewan Sesuai KUHP dan Undang-undang
-
Ragam Sikap Mario Dandy yang Bikin Hakim Geram, Terbaru Ditegur karena Tak Sopan
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik