Suara.com - Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung tengah jadi perbincangan karena mengkritik Presiden Joko Widodo terkait proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. Namun dalam orasinya, Rocky menyebut kata "bajingan" dan "tolol" yang dianggap menghina Jokowi sebagai presiden.
Buntut dari pernyataan tersebut, Rocky dilaporkan oleh sejumlah relawan pendukung Jokowi ke pihak kepolisian.
Lantas sebenarnya seberapa 'problematik' proyek IKN menurut Rocky Gerung tersebut? Simak penjelasan berikut ini.
Pernyataan Rocky Gerung Soal Proyek IKN Jokowi
Video orasi Rocky Gerung menghina Presiden Jokowi itu terjadi di sebuah forum buruh di Bekasi. Ketika itu Rocky mengkritik proyek IKN Nusantara yang berusaha dipertahankan Jokowi sebagai sebuah legasi.
"Begitu Jokowi kehilangan kekuasaan, dia jadi rakyat biasa, nggak ada yang peduli nanti. Tapi ambisi Jokowi adalah mempertahankan legasinya, dia masih pergi ke China buat nawarin IKN," ujar Rocky Gerung.
Rocky menyebut Jokowi sibuk mondar-mandir dari satu koalisi ke koalisi lain untuk mencari kejelasan nasib legasinya. Jokowi dinilai hanya memikirkan nasib sendiri, bukan kepentingan buruh.
"Presiden Jokowi tidak pernah peduli permintaan buruh. Dia berupaya untuk menunda pemilu karena belum dapat kesepakatan dari ketua-ketua partai siapa yang akan melindungi dia ketika lengser," ujarnya.
"Itu bajingan tolol, kalau dia bajingan pintar dia mau terima berdebat dengan Jumhur Hidayat. Tapi bajingan tolol sekaligus bajingan yang pengecut. Ajaib, bajingan tapi pengecut," kata Rocky.
Baca Juga: Breaking News! Sat Set, Jakarta-Sukabumi Cuma 2,5 Jam, Jokowi: Ini Kado HUT RI-78 untuk Jabar
Gerilya Jokowi Gaet Investor Untuk IKN
Presiden Jokowi memang gencar merayu investor untuk ikut membangun IKN selama kunjungan kerja ke sejumlah negara. Sebut saja dalam pertemuan dengan pimpinan sejumlah perusahaan di China pada 28 Juli lalu, Jokowi menyampaikan Indonesia telah menyiapkan 34 ribu hektare lahan di IKN. Dia berharap investor swasta dapat berinvestasi pada proyek tersebut.
Gerilya Jokowi mempromosikan IKN juga dilakukan ketika berkunjung ke Australia pada 4 Juli lalu. Ketika itu Jokowi mengatakan peluang investasi pada beberapa sektor di IKN terbuka lebar bagi investor, bahkan potensi investasinya mencapai 25 miliar dolar AS.
Pada 7 Juni lalu, Jokowi juga 'jualan' IKN ketika berpidato di Ecosperity Week di Singapura. Saat itu Jokowi menyampaikan bahwa situasi Indonesia kondusif jelang tahun politik.
Sebelumnya pada Oktober 2022, Jokowi meminta para investor untuk tidak ragu-ragu menanamkan investasinya di IKN. Menurut Jokowi, urusan lahan, insentif investasi, hingga regulasi dapat dikonsultasikan pada menteri terkait. Jokowi berharap pada 17 Agustus 2024 mendatang, peringatan HUT ke-79 RI dapat digelar di halaman Istana Kepresidenan di IKN.
IKN memang telah menjadi prioritas Jokowi. Pemerintah mengemban amanah untuk mewujudkan IKN melalui UU Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Ibu Kota Negara. Pembangunan tahap pertama ditargetkan selesai pada 2024, namun nyatanya saat ini masih sepi investor.
Berita Terkait
-
Breaking News! Sat Set, Jakarta-Sukabumi Cuma 2,5 Jam, Jokowi: Ini Kado HUT RI-78 untuk Jabar
-
Saat Jokowi Lindungi Gibran yang Tengah Diserang Soal Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres
-
Usut Kasus Ujaran Kebencian Rocky Gerung ke Jokowi, Polda Metro Periksa Ahli Hukum Pidana Hari Ini
-
Resmikan Jalan Tol Bocimi Seksi II, Jokowi: Dari Jakarta ke Sukabumi Hanya 2,5 Jam
-
Direktur Prasarana DJKA Sebut Banyak Kontraktor Titipan Menhub Budi Karya, Salah Satunya Diduga Adik Ipar Jokowi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan