News / Metropolitan
Selasa, 08 Agustus 2023 | 06:13 WIB

Suara.com - Penyaluran dana pinjaman alias kredit untuk para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mencatatkan tren positif. Bahkan pada kuartal II 2023, total nilai kredit yang disalurkan kepada UMKM mencapai Rp 2,88 triliun.

Plt Direktur Utama Bank DKI, Amirul Wicaksono mengatakan kinerja kredit mikro ini berarti tumbuh sebesar 52,50 persen menjadi Rp 2,98 triliun pada Juni 2023.

"Angka ini meningkat dari posisi Rp 1,95 triliun pada Juni 2022," ujar Amirul kepada wartawan, Selasa (8/7/2023).

Secara keseluruhan, berdasarkan data samapai dengan Juni 2023 pihaknya mencatat pertumbuhan kinerja kredit dan pembiayaan sebesar Rp 50,11 triliun dari Rp 43,64 triliun atau meningkat sebesar 14,82 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan Bank DKI ini lebih baik dari pertumbuhan kredit dan pembiayaan secara nasional berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga April 2023 yang tumbuh sebesar 8,26 persen.

"Serta lebih baik dari rata-rata pertumbuhan kredit dan pembiayaan BPD yang tumbuh sebesar 10,07 persen," ucapnya.

Menurutnya, kinerja positif ini didorong pertumbuhan penyaluran kredit secara year on year (yoy) pada seluruh segmen, dengan fokus pada bidang UMKM.

Pertumbuhan yang signifikan terjadi pada kredit ritel yang tumbuh sebesar 74,46 persen menjadi Rp 1,43 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp 821,54 miliar pada Juni 2022.

Selain itu, kredit konsumer juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 14,23 persen menjadi Rp 20,94 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp 18,33 triliun pada Juni 2022.

Baca Juga: Hadirkan Fourtwnty dan Ragam Produk UMKM, PRS 2023 di Kota Kendari Sukses Digelar

"Begitu pula dengan kredit skala lebih besar, seperti kredit menengah yang tumbuh 16,18 persen menjadi Rp 1,68 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp 1,45 triliun pada Juni 2022," kata Amirul.

Sementara itu, segmen kredit komersial tumbuh 2,03 persen menjadi Rp 16,45 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp 16,13 triliun pada Juni 2022, seiring strategi penyaluran kredit komersial yang dilakukan secara selektif oleh Bank DKI. Kredit sindikasi juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, yaitu tumbuh 33,48 persen menjadi Rp 6,62 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp 4,96 triliun pada Juni 2022.

Penyaluran pembiayaan untuk segmen syariah juga tumbuh 10,19 persen menjadi sebesar Rp 7,82 triliun pada Juni 2023, dari sebelumnya Rp 7,09 triliun di Juni 2022.

"Seiring dengan peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan tersebut turut mendorong peningkatan aset Bank DKI sebesar 12,08 persen hingga menjadi Rp 82,00 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp 73,17 triliun di Juni 2022," pungkasnya.

Load More