Suara.com - Kepolisian menggelar rekonstruksi tewasnya Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage (IDF) pada Senin (7/8/2023). Diketahui anggota Densus 88 itu meregang nyawa akibat tertembak senjata ilegal oleh rekan dan seniornya sesama polisi yakni Bripda IMS dan Bripka IG.
Rekonstruksi yang digelar tertutup itu melibatkan berbagai pihak. Ada 75 adegan reka ulang yang ditampilkan dan diperagakan oleh kedua tersangka secara langsung, yakni Bripda IMS dan Bripka IG serta saksi-saksi di lokasi kejadian. Simak beberapa hal yang terbongkar dari rekonstruksi kasus Bripda IDF berikut ini.
1. Adegan Minum Keras
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan tersangka dan saksi-saksi di lokasi kejadian dihadirkan dalam rekonstruksi. Semua 75 adegan dilakukan secara rinci, termasuk mereka meminum minuman keras (miras) dalam satu gelas dan dilakukan secara bergantian.
"Kami sampaikan 75 adegan ini dilaksanakan ataupun diperagakan secara rinci. Tadi ada yang menanyakan tentang minuman, memang diperagakan secara rinci siapa yang menuangkan, siapa yang meminum dan memang diminum secara bergantian satu gelas diputar," tutur Kasat Yohannes.
2. Kronologi Tersangka Tunjukkan Senjata pada Korban
Dalam rekonstruksi juga terlihat jelas bahwa tersangka yang mengeluarkan senjata api. Seperti diketahui dalam kasus tewasnya Bripda IDF ini, pelaku Bripda IMS sebagai penembak dan Bripka IG sebagai pemilik senjata.
"Jelas memang yang bersangkutan mengeluarkan senjata. Kemudian berniat ingin menunjukkan senjata pada korban saat korban datang di akhir dari peristiwa," jelas Kasat Yohannes.
"Jadi awalnya korban tidak ada di lokasi. Kemudian korban menelepon teman satu angkatannya di kamar TKP. Sehingga korban bergabung bersama satu tersangka dan dua saksi lainnya," sambung Yohanes.
Baca Juga: Alasan Keluarga Minta Kasus Bripda IDF Ditarik ke Bareskrim, Ada Apa dengan Polres Bogor?
3. Masih Belum Dipastikan Ada Atau Tidak Unsur Kesengajaan
Namun ketika ditanya terkait ada tidaknya unsur kesengajaaan dalam peristiwa tewasnya Bripda IDF, polisi belum bisa memastikan. Hanya saja mereka menyebut fakta tersebut nantinya akan terungkap pada pembuktian dalam persidangan. Namun sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya permasalahan antara korban dengan tersangka.
"Dalam fakta-fakta penyidikan hingga saat ini berdasarkan keterangan saksi juga tersangka, juga rekonstruksi ini, sampai saat ini kami belum menemukan permasalahan antara tersangka dan korban," ucap Kasat Yohannes.
4. Pelaku Sempat Mau Kabur
Sebelumnya pelaku sempat melarikan diri seperti diungkap oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Barat Kombes Pol Surawan. Hal itu juga terlihat dalam proses rekonstruksi.
"Fakta-fakta bagaimana kejadian dari mulai para tersangka maupun saksi berkumpul di kamar kemudian korban datang ke kamar, lalu tersangka ditangkap oleh rekan rekannya karena akan melarikan diri. Tersangka sempat mau lari keluar asrama tapi diamankan oleh rekan- rekan," jelasnya.
Berita Terkait
-
Alasan Keluarga Minta Kasus Bripda IDF Ditarik ke Bareskrim, Ada Apa dengan Polres Bogor?
-
Keluarga Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage Minta Kasus Kematian Anaknya Diambil Alih Bareskrim Polri
-
Anggota Densus Bripka Ignatius Tewas Tertembak Seniornya, Bripda IMS Resmi Dipecat Gegara Pamer Senpi Ilegal
-
Terselip 'Kode Tirai Biru' di Kasus Bripda Ignatius, Ternyata Ini Artinya
-
Keluarga Ungkap 5 Unsur Menguatkan Bripda IDF Sengaja Dibunuh Rekan Sesama Polisi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?