Suara.com - Kabag Pemberitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri membenarkan sosok buronan yang mengubah kewarganegaraan adalah Paulus Tannos. Sebelumnya, hal ini sempat disinggung oleh Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti.
"Iya betul. Informasi yang kami peroleh demikian (Paulus Tannos mengganti kewarganegaraan)," kata Ali Fikri melalui keterangan tertulisnya, pada Selasa (8/8/2023).
Paulus Tannos sendiri menjadi buronan KPK sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-ktp pada tahun 2019. Terungkapnya fakta dirinya yang mengganti status kewarganegaraan membuat informasi mengenai profilnya turut dicari.
Paulus Tannos sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra. Pada tahun 2019, Paulus ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. Hal ini usai dirinya diduga telah kongkalikong.
Kongkalikong itu diduga dilakukan demi proyek tersebut. Pertemuan ini, disebut KPK, menerbitkan peraturan yang bersifat teknis, bahkan sebelum ada lelang. Tannos diduga bertemu Andi Agustinus, Johanes Marliem, serta tersangka Isnu Edhi Wijaya.
Mereka bertemu untuk membahas pemenangan konsorsium PNRI dan menyepakati fee sebesar 5 persen. Lalu, membicarakan skema pembagian dana yang akan diberikan kepada beberapa anggota DPR RI dan pejabat pada Kemendagri.
Dari proyek tersebut, Paulus Tannos melalui perusahaannya, PT Sandipala Arthaputra diduga memperkaya diri hingga Rp 145,85 miliar. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, ia dilaporkan melarikan diri ke luar negeri dan menjadi buron KPK.
Lalu, pada awal tahun 2023, keberadaan Paulus Tannos berhasil terlacak. Ia diketahui sedang berada di Thailand dan sudah mengganti namanya menjadi berinisial TTP. Hal ini lantas semakin menyulitkan KPK untuk membawanya kembali ke Indonesia.
Baca Juga: Lacak Keberadaan Harun Masiku, Ini Kasus yang Pernah Ditangani Irjen Krishna Murti
Belum lagi, penerbitan red noticenya juga mengalami keterlambatan. Terbaru, KPK membenarkan bahwa sosok buronan yang mengganti kewarganegaraan adalah Paulus Tannos. Mereka sampai tidak habis pikir dengan perilaku tersebut.
Sebab, bisa-bisanya seorang buronan komisi antirasuah mengganti nama di Indonesia dan memiliki paspor negara lain. Meski begitu, KPK sendiri masih akan terus mengupayakan penangkapan terhadap Paulus Tannos yang sempat kabur ke luar negeri.
"Ini yang kami tidak habis pikir, kenapa buronan bisa ganti nama di Indonesia dan punya paspor negara lain. Sehingga pada saat kami menemukan dan menangkapnya tidak bisa memulangkan yang bersangkutan (Tannos) ke Indonesia," kata Ali.
Sebelumnya, dikatakan oleh Deputi Penindakan dan Eksekusi Irjen Karyoto, pengajuan red notice Tannos sudah dilakukan sejak lima tahun lalu. Namun, hal tersebut rupanya belum terdaftar di sistem Interpol. Untuk itu, penangkapannya penuh lika-liku.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Lacak Keberadaan Harun Masiku, Ini Kasus yang Pernah Ditangani Irjen Krishna Murti
-
Sosok Buronan KPK yang Ubah Kewarganegaraan: Bukan Harun Masiku Tapi Paulus Tannos
-
Misteri Keberadaan Harun Masiku: Tiga Tahun Jadi Buronan KPK, Jejak Terendus di Indonesia
-
Polri Pastikan Buronan KPK Yang Ubah Kewarganegaraan Bukan Harun Masiku
-
Ada Buronan KPK Ubah Kewarganegaraan, Harun Masiku?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat