Suara.com - Warga Cluster Sudimara Jombang, Tangsel dikejutkan dengan peristiwa pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bernama Naufal Zidan (19). Pasalnya, tersangka pelaku pembunuhan, yang bernama Altafasalya Ardnika Basya (23) merupakan penghuni cluster tersebut.
Diketahui, keluarga Alfat tinggal di Cluster Sudimara Jombang, nomor 34, Kelurahan Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan sejak enam tujuh tahun silam.
Meski demikian, keluarga Alfat masih menggunakan alamat orang tua ayahnya yang berlamat di Pulo Harapan Indah, RT 10/RW 10, Cengkareng Barat, Jakarta Barat.
Ketua RT 03 RW 04 Jombang, Achmad mengaku, kurang mengetahui hal tersebut. Pasalnya, warga yang tinggal di dalam klaster memiliki penanggungjawab sendiri, yakni pengurus klaster.
"Dari 36 rumah di sana, yang warga sini cuma 17 orang aja. Sisanya warga luar,” kata Achmad, saat ditemui di kediamannya, Selasa (8/8/2023).
Artinya, separuh para warga yang tinggal di klaster tersebut masih beralamat di luar klaster, atau menggunakan alamat lama mereka.
"Memang tinggal di sana, tapi KTP masih di alamat lama," ucap Achmad.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cluster Sudimara Jombang, Yusron Fuadi mengatakan, keluarga Altaf merupakan keluarga yang tertutup. Ayah Altaf, Arie Armend dikenal jarang bersosialisasi.
"Saya tidak pernah berinteraksi, bahkan anggota keluarganya, karena keluarga tertutup," kata Yusron, dalam pesan WhatsApp, Selasa.
Baca Juga: Momen Mahasiswa UI Naufal Zidan Dikebumikan, sang Ibu Tak Kuasa Tahan Tangis
Sementara itu, Yusron mengaku jika Arie tinggal lebih lama darinya. Yusron mengatakan dirinya tinggal disana baru tiga tahun terakhir, sementara Arie sudah 6 sampai tujuh tahun.
"Kebetulan saya warga baru tiga tahun di kalster. Jadi kira-kira enam sampai tujuh tahunan pak," tutup Yusron.
Sebelumnya, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Altafasalya diringkus polisi usai melakukan pembunuhan terhadap adik tingkatnya, MNZ (19).
Altafaslaya membunuh korban lantaran rasa iri terhadap korban. Altafasalya melakukan pembunuhan itu di kostan korban, kawasan Kukusan Depok, pada Jumat (4/8/2023) lalu.
Saat itu korban ditikam menggunakan pisau lipat di bagian dada. Setelah tewas, jasad korban diletakan di kolong tempat tidurnya.
Jasad korban juga sempat dibungkus menggunakan plastik sampah dan ditaburi kapur barus. Setelahnya, tersangka menggasak harta milik korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen