Suara.com - Sosok Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Ni’matullah Erbe mendadak jadi perhatian publik, setelah ulah anaknya viral di media sosial.
Adapun anak Ni'matulah adalah Muhammad Irfan Fauzan Erbe yang tertangkap kamera mengendarai mobil Pajero secara ugal-ugalan di jalan Kota Makassar.
Alhasil, Irfan Fauan menyerempet seorang pengendara motor hingga jatuh dan terluka. Namun ajaibnya, ia hanya dikenakan sanksi tilang.
Dan yang lebih membuat publik terheran-heran, Ni’matullah Erbe justru merespons dengan santai mengenai perbuatan anaknya adalah hal biasa.
"Itu buru-buru pulang, lalu balap-balap itu hal biasa menurut saya. Karena dari sisi saya, pasti saya selalu menganggap saya benar," jelas ketua DPD Partai Demokrat Sulsel itu kepada awak media di ruang kerjanya. Senin (7/8/2023).
Lantas seperti apa sosok Ni’matullah Erbe? Berikut ulasannya.
Profil singkat Ni'matullah Erbe
Ni’matullah Erbe merupakan pria kelahiran Makassar pada 9 September 1965. Ia menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas).
Tak hanya berkuliah, Ni’matullah juga aktif berorganisasi, diantaraya ia bergabung dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Baca Juga: Belajar dari Ulah Anak Wakil Ketua DPRD Sulsel, Bolehkah Pakai Strobo Buat Mobil Operasional?
Kini Ni’matullah merupakan Wakil Ketua II DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Demokrat. Jabatan itu ia peroleh setelah menang di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu.
Ketika itu Ni’matullah bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) VISulawesi Selatan yang meliputi wilayan Maros, Pangkep, Barru dan Pare-Pare.
Mengutip laman sulsel.kpu.go.id, pada Pileg 2019 lalu, Ni’matullah berhasil meraup suara sebanyak 9.595.
Setelah itu, ia dan 82 anggota DPRD Sulsel periode 2019-2024 lainnya dilantik dalam rapat paripurna pada Selasa (24/9/2019) yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulsel, HM Roem.
Harta kekayaan Ni’matullah Erbe
Selama menjadi pejabat negara, Ni’matullah Erbe diketahui telah melaporkan harta kekayaannya sebanyak 3 kali melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Komisi Pemberantasan Korupsi (LHKPN KPK).
Berita Terkait
-
Belajar dari Ulah Anak Wakil Ketua DPRD Sulsel, Bolehkah Pakai Strobo Buat Mobil Operasional?
-
6 Fakta Anak Wakil Ketua DPRD Sulsel Ugal-Ugalan Naik Pajero, Berujung Tabrak Pemotor
-
5 Fakta Blunder Konyol Rendy Oscario, Kiper Persita Dibobol PSM Makassar
-
Usai Bawa PSM Makassar Kalahkan Persita, Kenzo Nambu Langsung Fokus Lawan Bali United
-
Anak Wakil Ketua DPRD Sulsel Ugal-ugalan Naik Pajero dengan Strobo, Dibela Bapaknya: Itu Hal Biasa
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila
-
Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia
-
Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK
-
Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara
-
Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
-
Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun
-
Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial