Suara.com - Gembong narkoba yang dijuluki Pablo Escobar Indonesia, Fredy Pratama tengah menjadi sorotan. Tepatnya setelah ratusan sindikatnya di Tanah Air berhasil ditangkap dan disangkakan. Lalu, polisi juga menyita barang bukti milik buronan sejak tahun 2014 itu.
Adapun total barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 10,2 ton dan 116.346 butir ekstasi selama periode 2020-2023 berhasil disita. Jika dikonversikan, jumlahnya mencapai Rp10,2 triliun. Saat ini, 109 personil dikerahkan untuk menangkap Fredy.
Apa yang dilakukan Fredy Pratama terbilang sangat besar karena ia berhasil membentuk jaringan hingga ratusan orang. Bahkan, affiliasinya itu tak hanya ada di Indonesia, tetapi juga di Malaysia. Adapun berikut keenam fakta seputar kejahatan Fredy.
Kendalikan peredaran dari Thailand
Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Wahyu Widada mengatakan bahwa Fredy Pratama sempat terdeteksi dan mengendalikan peredaran gelap narkoba dari Thailand. Salah satu jaringannya itu ada di Indonesia.
“Yang bersangkutan (Fredy Pratama) ini mengendalikan peredaran narkoba di Indonesia dari Thailand,” kata Kombes Wahyu dalam konferensi di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/9/2023).
Punya banyak nama samaran
Dalam menjalankan kejahatannya, Fredy ternyata memiliki banyak nama samaran. Fakta ini terungkap setelah Polri membongkar sindikatnya. Wahyu mengungkap Fredy kerap dikenal sebagai Miming hingga The Secret, Casanova, Airbag, dan Mojopahit.
“Fredy Pratama alias Miming dengan nama samaran di komunikasinya (dalam jaringan narkoba) The Secret, Casanova, Airbag, dan Mojopahit,” ungkap Wahyu dalam konferensi itu.
Baca Juga: Jejak Bisnis Narkoba Fredy Pratama sampai Dijuluki 'Escobar Indonesia'
Sindikat Fredy selundupkan ratusan kilo narkoba per bulan
Wahyu juga mengatakan sindikat Fredy Pratama tiap bulannya mampu menyelundupkan jenis Sabu dan Ekstasi masuk ke Indonesia dengan jumlah besar. Mulai dari 100-500 kilogram narkotika dengan modus memasukannya ke kemasan teh.
Ia juga menjelaskan berdasarkan total laporan polisi, Bareskrim telah menangkap 884 tersangka yang terafiliasi dengan narkotika Fredy. Lalu, untuk kaki tangan sang gembong di Indonesia, ada 39 orang yang berada di berbagai daerah.
Fredy ubah wajah dan identitas
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa menduga Fredy Pratama sudah mengubah wajah dan identitasnya. Pihaknya tetap berupaya menangkap sang buron meski sulit karena ia berada di luar negeri.
“Ada kemungkinan dia (Fredy) mengubah wajah muka ya. Mau operasi plastik kita enggak tahu, dia mengubah identitas diri. Kita maksimalkan juga, mohon doa restunya. Kan dia lokasinya bukan di Indonesia, di luar negeri,” ungkap Brigjen Mukti, Selasa (12/9/2023).
Berita Terkait
-
Jejak Bisnis Narkoba Fredy Pratama sampai Dijuluki 'Escobar Indonesia'
-
Sepak Terjang Fredy Pratama dalam Jaringan Bisnis Narkoba Rp51 Triliun
-
Profil dan Biodata Fredy Pratama Gembong Narkoba Terbesar di Indonesia, Bosnya Selebgram Palembang
-
Mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan Bagian Jaringan Fredy Pratama, Ini Perannya
-
Fantastis! Perputaran Uang Jaringan Narkoba Fredy Pratama Tembus Rp 51 Triliun Selama 10 Tahun
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Usai Gelar Perkara, KPK Tetapkan Status Hukum Hakim dan Pihak Lain yang Terjaring OTT di Depok
-
KPK Geledah Kantor Pusat Bea Cukai dan Rumah Tersangka, Dokumen hingga Uang Tunai Diamankan
-
Indonesia Police Watch Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Akan Jadi Pembantu Politisi
-
Filosofi Jersey Soekarno Run 2026: Mengusung Semangat Berdikari dan Simbol Perjuangan
-
Golkar Dukung Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Politik Bebas Aktif, Mengalir tapi Tidak Hanyut
-
Dicecar Polisi 63 Pertanyaan Terkait Kasus Mens Rea, Pandji Bantah Tuduhan Penistaan Agama
-
Rayakan HUT ke-18 Partai Secara Sederhana, Sejumlah Elite Gerindra Mulai Berdatangan ke Kertanegara
-
Petaka di Jalur Besi Tanah Sareal: Warga Penjaga Palang Pintu Tergeletak Usai Tertemper Kereta
-
Sambut Praja IPDN, Wamendagri Bima Arya Tekankan Fokus Pemulihan Permukiman Warga Aceh Tamiang
-
Sambut HUT PDIP ke-53, Atribut Soekarno Run 2026 Resmi Diluncurkan di GBK