Suara.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengungkap pola dan motif yang umumnya terjadi yang membuat aparatur sipil negara (ASN) berlaku tidak netral dalam pemilu.
Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menjelaskan, pola yang banyak terjadi yakni ASN mempromosikan bakal calon tertentu.
Bahkan, dia mengatakan, umumnya hal tersebut disampaikan secara terbuka melalui media sosial dan media lainnya.
"Umumnya menggunakan fasilitas negara untuk mendukung incumbent," kata Lolly di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (21/9/2023).
Selain itu, Lolly juga mengatakan bahwa selalu terindentifikasi dukungan dari para ASN dalam bentuk grup di WhatsApp.
"Banyak yang terlibat secara aktif maupun pasif dalam kampanye calon," ujar Lolly.
Lebih lanjut, Lolly menjelaskan para ASN biasanya melakukan pelanggaran dengan berlaku tidak netral untuk mendapatkan atau mempertahankan jabatan.
"Biasanya ada hubungan primordial seperti kekeluargaan, suku, organisasi, dan lain-lain," ucap Lolly.
Menurutnya, banyak juga ASN yang melakukan pelanggaran lantaran tidak memahami regulasi tentang kewajiban untuk menjaga netralitas.
Baca Juga: Diungkap Bawaslu, Ini Daftar 10 Provinsi dengan Kerawanan Tertinggi Soal Netralitas ASN
"Faktor lainnya karena adanya tekanan sanksi yang tidak membuat jera pelaku," kata Lolly.
Ia mengemukakan, paling banyak yang menjadi korban dalam hal ini adalah ASN yang berstatus staf ketimbang pejabat struktural.
"Informasi ini menunjukkan bahwa pejabat struktural yang punya kuasa tidak tersentuh dan lebih banyak menjadi perantara. Korbannya adalah staf," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak
-
5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal
-
Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang
-
Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap
-
Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku
-
PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran
-
Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi
-
PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu