Suara.com - Proses transplantasi jantung babi pertama di dunia kembali berhasil dilakukan. Adapun sosok yang menerima jantung babi hasil modifikasi genetika itu adalah Lawrence Faucette.
Keberhasilan transplatansi jantung babi ini menjadi tonggak sejarah baru di dunia kesehatan. Operasi transplantasi jantung terhadap Faucette ini dilakukan oleh tim dokter dari University of Maryland Medical Center pada Rabu (20/9/2023).
Hasilnya, jantung modifikasi yang telah ditransplantasi ke tubuh Faucette itu berhasil berdetak. Faucette kini bisa bernapas dengan jantung barunya dan tengah menjalani pemulihan pasca operasi besar yang dijalaninya.
Sebelumnya, penyakit jantung akut dan vital yang dialami Faucette membuatnya tidak bisa menerima transplantasi jantung manusia pada umumnya. Ini karena ia mengalami permasalahan pembuluh darah perifer yang memengaruhi peredaran darahnya.
Kondisi itu membuat tim dokter Maryland Medical Center akhirnya memilih prosedur xenotransplantasi secara mendadak namun terukur, yakni dengan memasukkan jantung babi ke tubuh Faucette.
Sosok Faucette sebagai penerima jantung babi pertama di dunia pun telah menjadi sorotan global. Berikut ini merupakan profilnya.
Lawrence Faucette merupakan pria asal Maryland, Amerika Serikat. Ia menjadi manusia pertama di dunia yang berhasil menerima jantung babi dengan kondisi baik dan juga berhasil berdetak.
Menyandur dari Daily Mail, Faucette sebelumnya pernah menjadi veteran Angkatan Laut Amerika Serikat dan sudah bertugas selama selama 20 tahun. Ia kemudian tinggal di Frederick, Maryland, Amerika Serikat.
Ayah dari dua orang anak ini sempat bekerja sebagai teknisi laboratorium di National Institutes of Health, sebelum menderita penyakit jantung. Ia kemudian pensiun dari laboratorium tersebut.
Baca Juga: 4 Manfaat Potensial Daun Senggani bagi Kesehatan, Bantu Sembuhkan Luka
Pasca menerima transplantasi jantung babi, kondisi Faucette membaik. Ia bisa bernapas dengan lancar, serta jantung yang sudah ditanamkan di tubuhnya menunjukkan hasil yang cukup baik.
Saat ini, Faucette sudah tidak memerlukan alat bantu jantung untuk bernafas dan memompa darah. Selama proses operasi besar ini, ia didampingi oleh sang istri, Ann, yang menemaninya hingga sadar.
Transplantasi jantung babi modifikasi genetika yang dijalani Faucette sebenarnya bukan transplantasi jantung babi pertama yang dilakukan kepada manusia.
Sebelum Faucette, ada seorang pria lain bernama David Bennett yang juga menerima transplantasi jantung babi. Namun ia meninggal dunia 2 bulan setelah transplantasi dilakukan.
Faucette sendiri yang saat ini sudah berusia 58 tahun, merasa lega atas transplantasi yang sudah dijalaninya. Pasalnya, prosedur itu menjadi satu-satunya opsi yang bisa menyelamatkan hidupnya.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
4 Manfaat Potensial Daun Senggani bagi Kesehatan, Bantu Sembuhkan Luka
-
3 Makanan yang Bisa Menjadi 'Musuh' Otak, Kamu Harus Waspada!
-
Jalan Kaki Tiap Hari, Ini 3 Khasiat yang Akan Kamu Dapatkan
-
Buat Paru-Paru Kamu 'Bahagia' dengan Konsumsi 4 Makanan Ini
-
Setor Pajak Rp218 Triliun, Industri Hasil Tembakau Protes Keras Aturan RPP UU Kesehatan
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
Komnas HAM Dorong Agar Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilakukan Melalui Pengadilan Umum
-
Hilal di Batas Kriteria MABIMS, Bosscha ITB Sebut Posisi Bulan Sulit Diamati
-
Update Korban Perang AS-Israel vs Iran: Tembus Ribuan Jiwa Meninggal Dunia
-
Angka Pemudik 2026 Melonjak 10 Persen, Simak Data Lengkap Kemenhub Berikut Ini
-
Apa Itu Ladang Gas South Pars? Pusat Energi Dunia yang Diserang Rudal Israel
-
Lebaran Berpotensi Sabtu 21 Maret, Kemenag DIY Pantau Hilal di POB Syekh Bela Belu Sore Ini
-
Beri Kejutan Menyenangkan, LRT Jabodebek Berlakukan Tarif Rp1 Saat Idul Fitri 2026
-
Hilal Dinilai Belum Penuhi Kriteria, BRIN-BMKG Prediksi Idulfitri 2026 Jatuh 21 Maret
-
Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran
-
KWP Salurkan 2.000 Sembako Jelang Idul Fitri 2026, Sasar Hingga Pelosok Desa