Suara.com - Seorang pria tengah menjadi sorotan warganet karena meramal bakal terjadi perang dunia ke-3 pada 2024. Dia mengimbau masyarakat Indonesia untuk waspada dari mulai jangan banyak utang hingga puasa.
Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @terangmedia pada Senin (9/10/2023).
"Pria ini Meramal Sebentar Lagi Bakal Terjadi Perang Dunia 3 dan Perang Akhir Zaman. Kalian Harus Siap, Jangan Kebanyakan Cicilan," demikian sampul dalam ketarangan tersebut seperti dikutip Suara.com, Selasa (10/10/2023).
Pria yang belum diketahi namanya ini mengungkapkan ramalannya bahwa pada 2024, dunia akan dilanda kekeringan hebat akibat kemarau panjang dan kelaparan, serta penyakit.
"Tahun 2024 kekeringan, kemarau panjang, nggak ada hujan nanti, kemudian kelaparan, penyakit," kata pria berbaju hijau tersebut.
Selain itu, pria itu juga meramal pada 2024 bakal terjadi dimana-mana. Jika itu terjadi, maka setiap orang akan memikirkan nasibnya sendiri.
Lebih lanjut, dia kemudian menyarankan kepada warganet agar tidak mengambil cicilan apapun dalam jangka waktu panjang sebelum ramalannya itu terjadi.
"Sebelum ini terjadi, saran saya ke kalian jangan ambil cicilan jangka panjang, entah itu KPR rumah, mobil, supaya kalian aman ketika menghadapi masalah sulit tersebut," katanya.
Tidak hanya itu, di juga menyarankan masyarakat untuk rajin puasa agar terbiasa menahan lapar dan hasus.
Baca Juga: Kebanggaan Jokowi, Proyek Kereta Cepat Whoosh Baru Bisa Balik Modal 40 Tahun Kedepan
"Kalau biasa puasa sunnah Senin Kamis, kalau bisa menahan lapar ketika itu terjadi," katanya.
Ramalan bakal terjadi perang 2024 ini mendapat respons beragam dari warganet. Namun kebanyakan mereka meminta pria tersebut jangan mendahuli kehendak sang pencipta.
"Semua Rahasia Allah, Allah yang mengatur, jangan banyak bacot kau," tulis @woong_tanii.
"Si paling ramal, Lo tau gak besok Lo masih hidup atau gak?" timpal @maulana_teuku90.
Meski demikian ada juga warganet bernama @arkadipoetra malah curiga kalau pria tersebut bagian dari penagih utang.
"Ujung-ujungnya nyuruh lunasin cicilan. Gua curiga dia agen debt collector," katanya.
Berita Terkait
-
PN Makassar Cabut Status PKPU Sementara PT PP, Operasional Kembali Berjalan
-
5 Ciri Kamu Terjebak dalam Perilaku Impulsive Buying, Pemicu Banyak Utang!
-
Biaya Pengobatan Kanker Membengkak, Marshanda Pusing Terlilit Utang
-
Kebanggaan Jokowi, Proyek Kereta Cepat Whoosh Baru Bisa Balik Modal 40 Tahun Kedepan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah