Suara.com - Sepinya Pasar Tanah Abang tidak hanya berdampak para pedagang, melainkan juga kuli panggul. Mereka yang mencari pendapatan dengan membantu pembeli membawa belanjaan juga ikut merosot pendapatannya.
Seorang kuli panggul bernama Rokim (41) mengaku sudah jarang menerima permintaan jasa angkat barang dari pembeli.
Apalagi, memang pembeli yang datang ke pasar terbesar se-Asia Tenggara itu sudah tak seramai dulu.
"Sekarang ada yang mau kita panggul juga syukur. Paling sehari dapat tiga juga sudah syukur. Sepi banget," ujar Rokim saat ditemui Suara.com di Pasar Tanah Abang, Selasa (10/10/2023).
Rokim biasanya bekerja memanggul barang belanjaan berupa satu bal atau menggunakan troli.
Saat masih ramai, ia bisa berkali-kali dapat uang lewat pekerjaannya ini.
"Kalau dulu ya paling istirahat terus keliling bentar sudah dapat (permintaan jasa panggul). Gitu terus setiap hari. Kalau sekarang ibaratnya keringetan juga bentar saja," ucapnya.
Tak hanya itu, sepinya pembeli di Pasar Tanah Abang juga membuat banyak rekannya pulang kampung. Mereka merasa bekerja sebagai kuli panggul sudah tak lagi bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
"Sekarang kalau dipaksain di sini juga sepi. Sehari-hari ngerokok aja sudah sama ngopi. Duit kagak ada," katanya.
Baca Juga: Pemerintah Tutup TikTok Shop, Pedagang di Pasar Tanah Abang Masih Sepi Pembeli
Sebelumnya, pedagang di Pasar Tanah Abang mengaku senang dengan adanya kabar Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang larang TikTok berjualan.
Pasalnya, menurut pedagang Tanah Abang kehadiran TikTok Shop itu membuat pasar drop.
Salah satu pedagang busana muslim di Blok B Pasar Tanah Abang yang tak mau disebutkan namanya mengungkapkan, pendapatannya bisa jatuh 80-90%, karena konsumennya lebih memilih beli secara online ketimbang ke Pasar Tanah Abang.
"Kehadiran TikTok itu buat pasar drop. Dropnya fatal, bisa 80-90% pendapatan jatuh. Jauh banget pokoknya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum