Suara.com - Salah satu faksi politik di Palestina, Hamas, dituding menjadi penyebab meletusnya agresi militer oleh Israel yang belakangan semakin memanas.
Pasalnya Israel selalu menggunakan Hamas sebagai alasan atas setiap tindakan yang mereka ambil, termasuk mengebom sekitar area rumah sakit dengan dalih adanya terowongan persembunyian organisasi militan tersebut.
Namun belakangan ini beredar sebuah video memperlihatkan kemarahan seorang warga Israel di televisi nasional. Blak-blakan pria itu menyalahkan militer Israel sebagai penyebab tragedi yang terjadi sekarang.
Dilihat di akun Instagram @middleeastmonitor, Avihai Brodetsky merupakan seorang warga Israel yang konon anak dan istrinya disandera oleh Hamas.
“Suami dan ayah dari tawanan Hamas mengkonfrontasi militer Israel di TV,” begitulah caption yang dituliskan di postingan, dikutip pada Senin (13/11/2023). “Di sebuah wawancara oleh Channel 12 di Israel, Avihai Brodetsky, yang istri dan anaknya disandera oleh Hamas, menuding Israel sebagai pihak yang bersalah alih-alih Hamas.”
Bukan tanpa alasan, pria yang penuh kemarahan itu menuding militer Israel sudah gagal melindungi warga sipil kendati mempunyai banyak sekali alat pertahanan.
Dalam wawancaranya, berkali-kali pria itu mengklaim Israel lah yang bersalah. Bahkan menurutnya sampai sekarang militer Israel terus berfantasi Hamas sebagai pihak yang bersalah padahal mereka sendiri yang gagal berperan sebagai alat pertahanan negara.
“Hamas berhasil melakukan operasi brilian karena militer kita tidak ada, itu akar masalahnya, bukan Hamas!” serunya. “Alasan semua yang terjadi sekarang adalah kegagalan Anda, bukan Hamas. Kita bisa mengejar mereka dengan jet, tank, tapi mereka semua tidak tersedia. Itu masalahnya dan bukan Hamas!”
“Anda tinggal di dalam fantasi, menyalahkan Hamas, padahal Anda lah yang bersalah. Saya berdiri di rumah dan melihat mereka datang, tapi tidak ada tank, pesawat, atau bahkan tentara darat yang bersiaga. Kalau saja mereka ada, semua ini tidak akan terjadi!” lanjutnya.
Baca Juga: One Vision More Action untuk Palestina, Dompet Dhuafa Gelar Humanity Gathering
Karena itulah, Brodetsky kembali menekankan bahwa semua permasalahan ini bermula dari militer Israel. Apalagi karena sampai sekarang Israel diisukan tak kunjung berupaya membebaskan tawanan Hamas.
“Masalahnya di Anda, bukan Hamas. Anda selalu berpikir dan menuding Hamas, padahal masalahnya di Anda. Anda yang gagal melindungi kami. Hamas itu ada dan akan selalu ada sementara Anda tetap tinggal dalam delusi. Memang masalah utamanya di Anda. Renungkan ini baik-baik dan mungkin Anda akan memahami apa inti masalah yang sebenarnya,” tandasnya.
Berita Terkait
-
One Vision More Action untuk Palestina, Dompet Dhuafa Gelar Humanity Gathering
-
Kesaksian Pria Diduga Tentara AS Heran Israel Tak Bisa Kalahkan Hamas: Mereka Seperti Melawan Hantu
-
Dianggap Tak Berempati, Coldplay Faktanya Dukung Kemerdekaan Palestina Sejak 2011
-
8 Daftar Perusahaan Terbesar Israel, Nomor Satu Bernilai Setengah Kuadriliun
-
Inspiratif! Driver Ojol Ini Donasikan Penghasilannya untuk Palestina
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar
-
China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!