Oleh sebab itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengungkapkan pentingnya saat ini menerapkan transisi energi. Akan tetapi, yang menjadi pertanyaan ialah apakah negara-negara di dunia memiliki komitmen untuk menjalaninya atau tidak.
Kepada tamu undangan yang hadir, Jokowi meminta mereka untuk tidak ragu atas apa yang dilakukan Indonesia.
Dirinya menerangkan, Indonesia sudah menurunkan emisi hingga 91,5 juta ton. Selain itu, Indonesia juga telah menekan laju deforestasi hingga 104 ribu hektare.
"Kemudian kawasan hutan di rehabilitasi seluas 77 ribu hektar, hutan bakau direstorasi seluasi 34 ribu hektare hanya dalam waktu 1 tahun," ungkapnya.
Meski begitu, ia tidak menutupi tantangan yang harus dihadapi.
"Ini saya sampaikan di mana-mana setiap ketemu investor, baik Indonesia maupun negara berkembang lainnya mengenai pendanaan dan transfer teknologi ini selalu menjadi tantangan besar," jelasnya.
"Karena kita butuh investasi yang sangat besar serta transfer teknologi dan kolaborasi ini lah yang menjadi tantangan dan sering menyulitkan negara berkembang," sambung Jokowi.
Berita Terkait
-
Dokter Tifa Tuduh Gibran Pakai Ijazah Palsu, Analisa Anak Jokowi Cuma Kursus di Australia
-
Hasil Jokowi Bertemu Joe Biden: Indonesia Berpeluang Jadi Pemasok Baterai Kendaratan Listrik AS
-
Isu Dinasti Politik Tak Berpengaruh, Buktinya Tingkat Kepuasan Publik ke Jokowi Malah Naik Jelang Pilpres
-
KontraS: Pencoblosan 14 Februari 2024 Berpotensi Terjadi Kecurangan karena Jokowi Cawe-cawe
-
Berubah Drastis, Begini Bedanya Suasana Rapat Kabinet Jokowi Usai Mahfud MD Jadi Cawapres Ganjar
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan