Suara.com - Beredar informasi mengenai Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang disebut telah menyatakan sikap tegas terhadap pengungsi Rohingya.
Retno Marsudi disebut akan segera mengusir pengungsi Rohingya yang berada Indonesia. Informasi ini disebarkan oleh sebuah akun Instagram.
Akun Instagram ini mengunggah video Retno Marsudi sedang bersama beberapa orang asing. Lebih lanjut, dalam video unggahannya terdapat narasi sebagai berikut.
"Retno Marsudi memberi pernyataan tegas. Bukan sementara atau segera, tapi usir Rohingya sekarang! Kita tidak ingin apa yang dirasakan rakyat Palestina dirasakan oleh rakyat kita".
Lantas, benarkah informasi di atas?
Penjelasan
Mengutip dari Turnbackhoax -- jaringan Suara.com, informasi mengenai Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan mengusir pengungsi Rohingya adalah tidak benar.
Faktanya, Retno Marsudi justru ingin agar masyarakat internasional bekerja sama untuk menghentikan konflik di Myanmar.
Hal ini disampaikan oleh Retno Marsudi di pertemuan Global Refugee Forum (GRF) yang diselenggarakan di Jenewa, Swiss (13/12/2024).
Ia juga mengungkapkan jika Indonesia tidak meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951, yang artinya Indonesia bukanlah negara tujuan pengungsi, melainkan negara transit untuk pengungsi saja.
Lebih lanjut, Retno Marsudi juga turut mengkritik sikap negara-negara tujuan akhir-akhir ini yang enggan menerima pengungsi Rohingya, padahal mereka meratifikasi Konvensi 1951.
Simpulan
Dengan demikian, klaim Menter Luar Negeri Retno Marsudi memberikan perintah untuk mengusir pengungsi Rohingya dari Indonesia adalah tidak benar atau hoaks.
Berita Terkait
-
Diplomasi atau Kompromi: Membaca Kursi Panas Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza
-
Menlu RI Beri Tanggapan Ambisi Amerika Serikat Kuasai Greenland
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Menlu Sugiono: Saya Baru Dengar Sekarang
-
Isu Iuran Rp16,9 Triliun untuk Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono: Itu Bukan 'Membership Fee'
-
Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
Terkini
-
Menlu Ikut Hadir di Pertemuan Prabowo dan Ormas Islam, Beri Penjelasan RI Gabung BoP
-
Di RDPU Komisi II DPR, Akademisi UI Usul Bawaslu Dibubarkan dan Cabut Wewenang Sengketa MK
-
Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Ulang Paulus Tannos, Buronan e-KTP yang Nekat Ganti Identitas
-
Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan
-
Polda Metro Jaya Klarifikasi Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Mens Rea Jumat Ini
-
Momen Pramono Tertawa Lepas di Rakornas, Terpikat Kelakar Prabowo Soal '2029 Terserah'
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku