Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Direktur Utama PT Cirta Lampia Mandiri (CLM) Helmut Hermawan sebagai tersangka dugaan pemberian suap dan gratifikasi kepada Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej pada Kamis (7/12/2023).
Berdasarkan pantauan Suara.com, Helmut duduk di atas kursi roda saat saat digiring ke ke ruang konferensi pers Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Dia mengenakan, rompi tahanan KPK berwarna oranye dengan tangan terborgol. Dia pun dipamerkan di hadapan awak media dengan posisi terduduk di kursi roda membelakangi awak media.
Untuk proses penyelidikan, Helmut akan ditahan selama 20 hari pertama ke depan, terhitung sejak tanggal 7 sampai dengan 26 Desember 2023 di Rumah Tahanan (Rutan) KPK, Jakarta.
Kasus korupsi ini berkaitan dengan sengketa saham dan kepengurusan di PT Citra Lampian Mandiri (CLM). KPK telah menetapkan empat orang tersangka, Helmut, Eddy beserta dua anak buahnya Yogi Ari Rukman dan Yosi Andika.
Dengan penahanan Helmut, tersisa tiga orang yang belum ditahan KPK. Sementara di sisi lain, pada hari ini, KPK sebenarnya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Eddy sebagai tersangka, namun yang bersangkutan mengaku sakit, sehingga tidak datang.
Sebelumnya diberitakan, Eddy Hiariej telah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai wamenkumham kepada Presiden Joko Widodo usai ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa suap dan gratifikasi.
Kabar tersebut dibenarkan Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana. Ia menyebut, pengunduran diri Eddy diajukan pada Senin 4 Desember 2023.
Merespons pengunduran Eddy Hiariej dari jabatan wamenkumham, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap ahli hukum ini sebagai tersangka pada, Kamis (6/12/2023).
Baca Juga: Jokowi Telah Tandatangani Surat Pemecatan Eddy Hiariej sebagai Wamenkumham
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri berbicara soal peluang penahanan Eddy.
"Penahanan itu tentu kewenangan tim penyidik. Sejauh ini kami belum dapat informasi itu (penahanan), tapi yang penting adalah kami memanggil lebih dahulu para pihak itu untuk hadir," kata Ali.
Selain Eddy, KPK juga memanggil tiga tersangka lainnya, Yogi Ari Rukman dan Yosi Andika, serta Direktur Utama PT Citra Lampian Mandiri (CLM) Helmut Hermawan, yang diduga sebagai pemberi suap.
"Sekali lagi tidak pernah ada tersangka KPK yang tidak ditahan. Tapi semuanya butuh waktu untuk proses-proses penyidikan, sehingga ujungnya pasti dilakukan penahanan sehingga dilimpahkan ke proses pengadilan," kata Ali.
Sebagaimana diketahui perkara dugaan korupsi ini, berupa uap dan gratifikasi pengurusan sengketa saham dan kepengurusan di PT Citra Lampian Mandiri (CLM). Kasus ini pertama kali dilaporkan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso pada Selasa 14 Maret 2023.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional