Berbeda dengan “kecurangan pemilih”, yang hampir tidak ada di Amerika Serikat , manipulasi pemilu kini semakin umum dan ekstrem. Contohnya adalah prosedur pemilu yang mempersulit pemberian suara (seperti fasilitas pemungutan suara yang tidak memadai) atau mengurangi keterwakilan partai lawan (misalnya persekongkolan).
2. Peningkatan Eksekutif
Bahkan seorang pemimpin yang dipilih secara sah pun dapat melemahkan demokrasi jika mereka menghilangkan “pengawasan dan keseimbangan” pemerintahan atau mengkonsolidasikan kekuasaan di lembaga-lembaga yang tidak bertanggung jawab.
Amerika Serikat telah mengalami perluasan kekuasaan eksekutif secara besar-besaran dan upaya serius untuk mengikis independensi pegawai negeri. Selain itu, terdapat pertanyaan serius mengenai ketidakberpihakan sistem peradilan.
Upaya Presiden Trump untuk menggagalkan pemilu tahun 2020 adalah contoh paling nyata, namun bukan satu-satunya, contoh kemunduran demokrasi di Amerika Serikat. Badan legislatif negara bagian di bawah kendali Partai Republik telah berupaya mengurangi akses pemilih terhadap surat suara dan mempolitisasi administrasi pemilu.
Presiden Trump juga terlibat dalam upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk melemahkan layanan sipil independen. Mahkamah Agung telah meningkatkan kewenangannya dalam memutuskan perkara pemilu, mempersempit cakupan perlindungan hak suara, dan tampaknya cenderung mendukung politisasi administrasi cabang eksekutif.
Hiperpartisan dan kemacetan membuat Kongres tidak mempunyai posisi yang baik dalam melakukan pengawasan terhadap kekuasaan eksekutif dan yudikatif.
Dari penjabaran isu democratic backsliding di atas. Apakah dilakukan Donald Trump kala itu apakah sama dengan Presiden Jokowi saat ini, bagaimana menurut kalian?
Baca Juga: Waduh! Gaya Kepemimpinan Jokowi Dicap Mirip Donald Trump, Cendekiawan Ini Ungkap Kesamaannya
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI