Suara.com - Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI, Mohamad Taufik Zoelkifli mengkritisi soal alasan pengajuan usulan gubernur ditunjuk presiden dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Khusus Jakarta (DKJ), yakni agar anak Betawi bisa menjadi kepala daerah. Menurutnya, alasan itu tidak relevan.
Taufik mengatakan, jika memang diberi wewenang, presiden belum tentu akan menunjuk putra daerah asli sebagai gubernur. Prioritas kepala negara disebutnya mengangkat orang-orang yang mendukungnya.
"Presiden akan menunjuk gubernur sesuai dengan keinginannya. Tidak mungkin diintervensi. Dia akan memilih 'orang-orangnya' sendiri. Atau orang yang akan mendukungnya penuh," ujar Taufik saat dikonfirmasi, Selasa (12/12/2023).
Ia mengakui, memang ada kesempatan putra betawi ditunjuk Presiden jadi Kepala Daerah. Kendati demikian, orangnya tidak bisa sembarangan dan akan diatur presiden.
"Kalaupun Gubernur yang ditunjuk itu anak Betawi asli, tentunya dia akan ada di bawah kendali penuh Presiden," ucapnya.
Karena itu, sebenarnya kesempatan menjadikan anak betawi gubernur justru ada di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung. Sang tokoh bisa menggalang dukungan dari tingkat bawah tanpa perlu restu dari Presiden.
"Kalau Pilkada dengan sistem demokrasi, justru anak Betawi asli lebih mungkin menjadi Gubernur Jakarta yang bagus dan independen. Bahkan jadi Presiden juga bisa," tutur Taufik.
"Asalkan bibit-bibitnya kita persiapan dengan baik. Lewat prestasi di masyarakat dan/atau menapaki karier di partai politik dengan jenjang yang baik," tambahnya memungkasi.
Polemik Pemilihan Gubernur DKI
Baca Juga: Desak DPR, Jokowi di Hari Antikorupsi: RUU Perampasan Aset Harus Segera Disahkan!
Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi (MAPKB) sekaligus Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi 1982, Zainudin alias Haji Oding mengaku tetap ngotot mengusulkan pemilihan Gubernur Jakarta ditunjuk oleh Presiden tanpa lewat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) usai status ibu kota berpindah ke Nusantara.
Sebab, ia menginginkan orang betawi asli menjadi kepala daerah Jakarta. Menurutnya, sudah waktunya putra daerah memimpin tanah kelahirannya sendiri lewat penunjukan langsung oleh Presiden.
"Putra daerah mana gitu loh? Nggak ada. Sudah waktunya dong bukan lagi ibu kota, yuk kita coba memperhatikan keberadaan putra daerah gitu," ujar Oding saat dikonfirmasi, Jumat (8/12/2023).
Oding mengakui memang usulan ini menuai polemik karena banyak penolakan dari sejumlah pihak. Namun, ia tak mempedulikannya dan tetap ngotot mengusulkannya.
"Pendapat orang lain macam-mafam silakan aja, ibaratnya anjing menggonggong kafilah berlalu kan," tuturnya.
Selain itu, dengan sistem pemilihan ini, kata Oding, maka akan membuat perbedaan Jakarta selaku daerah khusus dengan provinsi lainnya.
"Kalau gubernur tetap dipilih lewat Pilkada, terus wali kota dipilih oleh gubernur, apa bedanya Jakarta sebagai ibu kota, dengan Jakarta tidak sebagai ibu kota? Tidak ada bedanya," ucapnya.
"Mana kekhususannya gitu loh, kekhususannya adalah sebagai putra daerah kami meminta untuk privillege politik," tambahnya memungkasi.
Berita Terkait
-
Desak DPR, Jokowi di Hari Antikorupsi: RUU Perampasan Aset Harus Segera Disahkan!
-
Ribut-ribut Pemilihan Gubernur Jakarta, Jokowi Lebih Setuju Dipilih Rakyat atau Presiden?
-
Pantun Prabowo ke Pendukung: Kalau Ada yang Jelekin Kita, Mari Jogetin Saja
-
Setara Institut: Rapor Indeks HAM Kepemimpinan Jokowi Merah!
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah