Suara.com - Relawan pasangan calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka, menilai Gibran tampil dengan memukau saat debat Cawapres pada Jumat (22/12/2023) lalu.
Koordinator Nasional TIM 8-RJBBP, Wignyo Prasetyo menilai, Gibran mampu menguasai debat yang digelar KPU.
Sehingga publik semakin percaya sosok anak muda ini mampu memimpin dalam lima tahun ke depan.
“Tampilan Gibran yang perform mampu membangkitkan semangat anak muda. Sehingga memunculkan perspektif bahwa anak muda tak melulu dicap anak kemarin sore,” kata Wignyo, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Suara.com, Sabtu (23/12/2023) malam.
Wignyo mengklaim, penampilan Gibran dapat menstimulus anak muda saat ini, dengan ide dan gagasannya yang lebih fresh sesuai dengan kondisi saat ini.
“Jadi saya melihat seakan-akan anak muda ini mempersonifikasikan dirinya dengan Gibran,” katanya.
Wignyo juga memprediksi, di tahun-tahun mendatang akan banyak bermunculan Gibran baru yang memiliki pemikiran cemerlang.
“Saya memprediksi tahun-tahun mendatang banyak Gibran-Gibran baru yang memiliki pemikiran yang berkelas,” ungkapnya.
Wignyo menilai, dipilihnya Gibran sebagai pendamping Prabowo Subianto adalah hal yang tepat. Sehingga keduanya bisa saling melengkapi.
Baca Juga: Nasi Sudah Jadi Bubur, Ini Cerita Ahmad Dhani Menyesal Tolak Maju Wali Kota Surabaya
“Menurut saya pasangan ini memang ideal. Tidak hanya di bidang ekonomi, tapi juga berbagai bidang lainnya,” tandasnya.
Diketahui bersama, debat Cawapres digelar di Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (22/12/2023) lalu. Debat dimulai pada pukul 19.00 WIB.
Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka dan Mahfud MD berdebat dengan tema ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, inventasi pajak, perdagangan, pengelolaan APBN/APBD, infrastruktur, dan perkotaan.
Debat cawapres dibagi menjadi enam segmen. Segmen pertama yakni penyampaian visi-misi program kerja dari masing-masing cawapres.
Lalu untuk segmen kedua dan ketiga, menyampaikan pertanyaan dari panelis yang diajukan oleh moderator.
Pada segmen keempat dan kelima, masing-masing cawapres mempunyai kesempatan bertanya ke tiap-tiap Cawapres.
Berita Terkait
-
Keyakinan AHY Dukungan Prabowo-Gibran Makin Kuat Imbas Debat Cawapres 2024
-
Ini Dia Pertanyaan Killer Gibran Rakabuming Tiru Jokowi Menjebak Lawan Debat
-
Pamer Ilmu? Ini Arti Istilah-istilah Asing yang Dipakai Gibran di Debat Cawapres
-
Nonton Debat Cawapres, Citra Kirana Pakai Heels Kece dengan Harga Jutaan
-
Dianggap Bakal Gagap, RUMI: Gibran Malah Menang Telak dalam Debat Cawapres
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem
-
Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim
-
Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat
-
Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?