Suara.com - Sosok dua orang ustaz telah menyebutkan dukungannya pasangan calon atau paslon AMIN, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Dukungan pada paslon nomor 1 ini pun kemudian menibulkan reaksi di media sosial baik di Twiiter maupun Tiktok.
Namun perlakukan pada dua ustaz ini disebut berbeda. Hal ini disampaikan ustaz Hilmi Firdausi di media sosial Twitternya. Adapun dua ustaz yang diketahui mendukung AMIN, yakni Ustaz Abudl Somad atau UAS dan UDL yang diperkirakan merupakan Ustaz Das'ad Latif.
Di twitternya ustaz Hilmi mengungkapkan jika ada yang hal menarik dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Awalnya ia menyebut sempat disebut sebagai ustaz kadrun, namun kemudian pengikut media ssosialnya tidak terima sebutannya tersebut.
"Ini menarik…dulu karena kritis menyuarakan suara ummat, saya dibilang ustadz kadrun. Followers saya ga terima lalu membalas org yg menghujat dgn kata2 cebong," ujarnya.
Hilmi kemudian berusaha mendamaikan dengan tidak saling menghujat dengan sebutan kadrun, cebong dan lainnya.
"Saya berusaha mendamaikan & selalu menyampaikan jgn saling menghujat dgn kata2 kadrun, cebong dll, tapi kayaknya ga berhasil," ujarnya.
"Di Pilpres kali ini, saya lihat di TL org2 yg selalu bernarasi kadrun cebong malah banyak yg akur yaa . Terus skrg buzzer yg komen galak2 di medsos saya itu dari kelompok sebelah mana ?" ujarnya.
Namun ada dua ustaz yang sama-sama mendukung Anies namun mendapatkan perlakuan beda di media sosialnya.
"Btw, dua ustadz sahabat saya, UAS & UDL juga perlakuan netizennya beda. UAS dukung AMIN langsung diserang, UDL dukung AMIN komennya masih relatif santuy. Artinya, mmg ada buzzer yg tugasnya maki2 ustadz yg selalu kritis dan tegas dalam amar ma’ruf nahi munkar," sambung Hilmi.
Tag
Berita Terkait
-
Polemik Anies dan Kemenhut: Benarkah Negara Memfasilitasi Perusakan Hutan?
-
Anies Didorong Partai Gerakan Rakyat Maju Pilpres 2029, NasDem: Kita Belum Pikirin!
-
Strategi 'Indonesia Menyala' Anies Baswedan Mulai Bergerak
-
Partai Gerakan Rakyat Dukung Anies di Pilpres 2029, Dede Yusuf Demokrat Singgung Verifikasi Parpol
-
'Anies Adalah Kami': Partai Gerakan Rakyat Resmi Lahir, Siap Jadikan Anies Baswedan Presiden
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Alarm Kesehatan: Wamenkes Soroti Lonjakan Kasus Kanker Serviks di Usia 30-an
-
Maktour dalam Kasus Kuota Haji: Saksi atau Terlibat?
-
Fitnah Es Gabus Berbahan Spons, DPR Tegaskan Minta Maaf Saja Tak Cukup, Oknum Aparat Harus Disanksi!
-
Perkuat Kerja Sama Pendidikan IndonesiaInggris, Prabowo Panggil Mendikti ke Hambalang
-
MAKI Ingatkan Jaksa Jangan Terjebak Manuver Nadiem Makarim
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan