Suara.com - Keputusan mengjutkan datang dari relawan militan Joko Widodo (Jokowi) jelang Pilpres 2024.
Relawan yang sebelumnya getol mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin, kini resmi mengalihkan dukungan ke pasangan Ganjar-Mahfud.
"Sikap ini diambil dikarenakan situasi politik bangsa yang semakin memprihatinkan, dan melihat demokrasi sudah tercederai," kata Deklarator Relawan Gajahmada RI, Dr BRM Kusumo Putro kepada awak media, Kamis (11/1/2024).
Sejatinya, Kusumo memiliki sejarah panjang dengan Presiden Jokowi yang merupakan pendukung militan Jokowi saat Pilpres 2019.
Namun sosok yang juga pengacara kondang asal Solo itu mengaku kecewa dengan situasi politik dan demokrasi saat ini.
Baca Juga:
Bagi-bagi Voucher Internet di CFD Solo Berbuntut Panjang, Ganjar Pranowo Resmi Dilaporkan ke Bawaslu
"Alasannya, pertama dengan kondisi demokrasi bangsa ini, kedua kami juga prihatin karena seakan-akan, warga Solo terutama di Kota Solo, terlalu dibodohi," jelas dia.
Baca Juga: Fadli Zon Skakmat Ganjar dan Anies: Jangan Samakan Alutsista dengan Produk Otomotif!
"Saya juga melihat ketika pemilhan wali kota, kita sudah ngalah, tapi untuk kali ini kami warga Solo mulai bergerak dan tidak mau dibodohi lagi," tambahnya.
Secara kalkulasi, Kusumo menilai perolehan suara kemenangan Ganjar-Mahfud di Kota Solo akan memenuhi target 85 persen suara pada Pilpres 2024.
"Kami tidak hanya di Solo, kami juga akan meakukan kegiatan di Solo Raya untuk bergerak. Semoga Ganjar-Mahfud akan menjadi pilihan rakyat, menjadi presiden dan wapres pemilu 2024 yang akan datang,” tandasnya.
Baca Juga:
Anies Baswedan Ucapkan Selamat HUT PDIP, Ganjar Langsung Respons Begini
Selain itu, dirinya menilai, tiga pasangan capres–cawapres yakni Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar-Mahfud sama-sama tangguh dan memiliki kelemahan serta keunggulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional