Suara.com - Para pendukung pasangan calon (Paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto -Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) tampaknya tidak terima jika Gibran disebut tidak beretika saat debat cawapres pada Minggu (21/1/2024) malam.
Diketahui, dalam debat kemarin malam banyak yang mempermasalahkan gimmik Gibran yang tampak clingak clinguk hingga akhirnya menyebut dirinya tengah mencari jawaban Cawapres nomor urut 03, Mahfud MD.
Meski demikian, tak hanya sentimen negatif yang tertuju pada Gibran. Para pendukungnya justru menganggap tudingan Gibran tak beretika itu dilayangkan karena tak bisa menjawab petanyaan putra sulung Presiden Jokowi.
Baca Juga:
Raffi Ahmad Puji Gibran, Nagita Slavina Melongo Tatap Suami Selvi Ananda
Gibran Tetap Sopan Meski Dikeroyok Kanan Kiri, TKN Singgung Kelemahan Cawapres Lawan
Hal tersebut terungkap dalam unggahan akun Instagram pribadi Prabowo Subianto, @prabowo saat berkunjung bersama Gibran ke Sri Sultan Hamengkubuwana X pada Senin (22/1/2024).
"Maturnuwun sanget Ngarsa Dalem Sri Sultan HB X, Sampun nampi kulo Prabowo Gibran, kathah angsal wejangan-wejangan kangge kemajuan Indonesia," tulis Prabowo sebagai keterangan unggahannya.
Baca Juga: Erick Thohir Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran, Anies: Presiden Bilang Harus Netral Bukan?
Melihat unggahan tersebut, netizen banyak yang menyinggung kejadian debat pada Minggu (21/1/2024) malam. Banyak yang menyebut paslon 01 dan 03 tampak tidak terima diserang balik.
"Intinya 01 & 03 boleh nyerang 02, tapi kalau 02 nyerang balik disebut ga punya etika," tulis @_nrazzzh mengomentari unggahan tersebut.
"nah ini palying victim (emoji tertawa)," kata @rkshopoutfit ikut berkomentar.
"iya kocak, menyerang tapi tida terima diserang balik (emoji tertawa)," ungkap @dwsprni turut mengomentari unggahan Ketua Umum Partai Gerindra itu..
"biasa emang kak kadang2 gitu yg baperan (emoji tertawa) di imbangi malah bawa2 etika yakan," timpal @nayajalahh menambahkan.
"maklumin aja mas kn katany 02 sllu salah wkwkw," ungkap @lfyuumatcha_ "di pernyataan mana 01 & 03 menyerang 02 ?," pungkas @rahmaad_hidayat.
Berita Terkait
-
Erick Thohir Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran, Anies: Presiden Bilang Harus Netral Bukan?
-
Kekayaan Tom Lembong, Lulusan Kampus Ivy League yang 'Dirindukan' Gibran
-
Joget Gemoy dengan Tukang Bakso, Prabowo: Emang Kenape Kalo Gua Suka Dangdut?
-
Bikin Adem, Momen Mahfud MD Terima Permintaan Maaf Gibran Usai Kena Gimmick di Debat Cawapres
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Joget Gemoy Trump Disamakan dengan Kaisar Nero, Netizen: Di Sini Pemimpinnya Juga Suka Joget
-
Wakil Ketua Komisi XIII DPR Kutuk Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Desak Aparat Usut Tuntas
-
Temui Gibran di Istana Wapres, Kini Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi 100 Persen Asli
-
Mengenal 'Pasukan Siluman' Unit NOPO, Sang Penjaga Nyawa Mojtaba Khamenei
-
Rp320 Juta vs Rp3 M! Drone Iran Bikin Pusing AS, Robot Anjing Polri Buat Netizen Geleng-geleng
-
Sebelum Sidang Kabinet, Prabowo dan Menteri-menteri Bayar Zakat di Istana Negara
-
Komisi XIII DPR: Percuma Ada Polisi Jika Tak Mampu Ungkap Motif Penyerang Andrie Yunus
-
Aksi Joget Donald Trump di Tengah Perang Viral, Gesturnya Tuai Kritikan Tajam
-
Resmi Dibeli Indonesia, Ini Spesifikasi Mengerikan Rudal Supersonik BrahMos
-
Kompolnas Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS sebagai Ancaman Demokrasi