Suara.com - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyindir pedas seseorang yang karena terlalu keras berbicara masuk penjara.
Hotman Paris tidak secara spesifik mengungkap sosok yang dimaksud. Dia hanya menyebut dulu sebelum menjabat sebagai gubernur tidak banyak bicara, namun setelah jadi justru terlalu banyak banyak bicara.
"Yang mulutnya ember mengatakan kalau mau tahu karakter seseorang kasih dia jabatan oh bener banget," ujar Hotman Paris dikutip dari akun Instagram miliknya, Kamis (8/2/2024).
Baca Juga:
- Akhirnya! Terungkap Arah Dukungan Kiky Saputri di Pilpres 2024
- Mahfud Koar-koar soal Operasi Tekan Rektor Agar Manut Jokowi, Komjen Fadil Imran Bilang Begini
- Ahok Bongkar Dalang Pemenjaraan Dirinya, Benarkah Sosok Ini?
"Waduh benar banget itu. Pantas dia begitu dikasih jabatan gubernur koar-koar mulutnya ember masuk penjara," katanya lagi.
Dia juga menyinggung dulu sebelum dilantik menjadi gubernur tidak banyak bicara.
"Bener juga itu dulu-dulu sebelum dia jadi gubernur nggak ember sesudah jadi gubernur dikasih jabatan koar-koar koar-koar masuk penjara. Makanya kalau ngomong bercermin dulu ternyata kalimat itu untuk dirinya sendiri. Oke. Ngaca dulu bos," katanya.
Meski tidak secara spesifik menyebut nama, namun warganet mencoba membongkarnya. "Siapa bang ?" komentar akun @eko_n*********.
"Ahok ya bg hot," sahut akun @mbel****.
"Takut kali abang ini akses prostitusi berkedok hiburan pada ditutup sama ANIS Makanya gak pingin anis menang," tulis akun @p.sela******.
Sebelumnya dalam unggahannya yang lain, Hotman memosoting statement Ahok yang mempertanyakan apakah Jokowi mampu melaksanakan kerjanya sebagai seorang presiden atau tidak.
Baca Juga: Jejak Karier Luhut vs Ahok Soal Tudingan Jokowi Tidak Bisa Bekerja, Siapa Si Paling Kerja?
Dalam video tersebut, Ahok tampak sedang berbincang dengan dua perempuan paruh baya yang menyoalkan soal pasangan capres dan cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming.
Video ini tuai respons keras dari Hotman Paris. Gegara pernyataannya tersebut, Ahok disebut manusia yang tak tahu terima kasih. Hotman juga singgung soal status Ahok yang pernah menjadi seorang narapidana kemudian diangkat menjadi Komisaris Pertamina oleh Presiden Jokowi.
"Lagi viral TikTok dengan postingan:Kalo Ahok bertanya apakah Jokoei bisa kerja. Kita jawab saja Jokowi bisa mengangkat narapidana menjadi komisaris Pertamina. Nggak tau diuntung," celetuk Hotman Paris.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba