Suara.com - Sistem perpolitikan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran besar partai politik atau parpol. Kekinian, peran parpol mulai dipertanyakan dan dikritisi.
Politis PDIP Bambang Pacul memberikan penjelasan perihal peran dari parpol di sistem perpolitikan Indonesia dan fenomena kekinian bahwa masyarakat yang luntur kepercayaannya kepada parpol.
"Saya akan tanyakan kepada dikau, partai itu binatang apaan sih?" buka Bambang Pacul dalam penjelasannya seperti dikutip dari kanal Youtube Mojokdotco, Minggu (11/2).
"Partai itu binatang apaan sih? Dikau harus mengenai partai itu jenis binatang apa. Partai dari definisinya dulu belum fungsinya. Partai dari kata part yakni bagian. Partai itu bagian dari rakyat Indonesia yang punya aspirasi mirip," sambung Pacul.
Dijelaskan oleh Pacul sampai dua kali, bahwa mereka yang tergabung ke dalam partai memiliki aspirasi mirip.
"Itu (mereka) ada di dalam satu partai. Partai merah, partai kuning, partai biru. Ini aspirasinya mirip," jelas Pacul.
Namun kata Pacul, bahwa mereka yang didalam satu partai meski memiliki kemiripan aspirasi namun soal apa yang diperjuangkan berbeda.
"Yang diperjuangkan lain. Lah yang diperjuangkan apa pak Pacul? Aspirasi. Fungsi aspirasi harus clear dulu. Jadi partai harus punya fungsi aspirasi," jelasnya.
Ditambahkan Pacul, saat partai menjalankan fungsi aspirasinya, mereka akan membuat aspirasi itu diagresikan serta diartikulasikan. Yang berujung pada perjuangan agar aspirasi itu didengarkan dan berubah jadi kebijakan.
Baca Juga: Soal Film Dirty Vote, Kubu Ganjar-Mahfud: Banyak Orang Baperan Kalau Dikritik, Ini Berbahaya!
"Partai itu memperjuangkan aspirasi rakyatnya apa nggak. Anggotanya mau memperjuangkan apa nggak. Untuk memperjuangkan (aspirasi) butuh aktor. Aktornya kader. Maka sistem perekrutan kader harus dilaksanakan oleh partai," jelasnya.
Pacul juga mengatakan yang tidak kalah penting dari fungsi partai ialah menjalankan fungsi edukasinya.
"Setelah itu, partai baru bisa memikirkan fungsi elektoralnya. 7 fungsi partai jika dijalani maka partai itu akan menjadi partai yang sehat,"
Otomatis kata Pacul saat partai sehat maka melahirkan kader-kader terbaik yang bisa menjalankan dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
"Kadernya gak stunting dan gak harus minum susu," celoteh Bambang Pacul.
Berita Terkait
-
Soal Film Dirty Vote, Kubu Ganjar-Mahfud: Banyak Orang Baperan Kalau Dikritik, Ini Berbahaya!
-
Aktivis Diminta Waspada, Budiman Sudjatmiko Bongkar Agenda Asing di Pemilu 2024, Dalih Usung Perubahan
-
Viral Kertas Surat Suara Pilpres 2024 di Dicoret-coret Gambar Ini: Badut Kabeh
-
Abdul Mu'ti: Megawati Penuhi Syarat Usulkan NU dan Muhammadiyah Dapat Hadiah Nobel
-
Cara Mencoblos di Pemilu 2024, Jangan Lupa Bawa 2 Berkas Ini ke TPS!
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah