Suara.com - Nama komedian Komeng belakangan mencuri perhatian usai mencalonkan diri sebagai anggota DPD Jawa Barat. Terlebih, sebagai politikus pemula, Komeng berhasil meraih suara fantastis mengalahkan kontestan lain.
Keputusan Komeng masuk ke dunia politik pun membuat masyarakat penasaran tentang cita-cita yang akan dibawanya ketika sudah duduk di kursi legislatif.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Padjadjaran (Unpad) Muhammad Kunto Tri Wibowo menanyakan terkait hal itu secara langsung kepada Komeng.
"Kira-kira apa yang mau dibawa untuk Jawa Barat?," tanya Kunto Tri Wibowo kepada Komeng.
Mendapat pertanyaan tersebut, Komeng dengan santai justeru mengatakan bahwa Jawa Barat sudah tidak bisa maju lagi.
"Untuk Jawa Barat tidak bisa dimajukan karena nanti akan bersenggolan dengan DKI dan Jawa Timur, Jawa Tengah. Harus tetap di tempat," katanya bercanda.
Setelah itu, Komeng baru menjawab pertanyaan mahasiswa tersebut dengan serius. Dirinya menjelaskan bahwa pilihannya maju secara mandiri agar tidak disetir oleh partai.
"Mungkin kalau dari DPD saya bisa langsung dengan diri sendiri, tidak ada kepentingan partai. Bukan petugas lah, apa lah, mungkin saya akan mencoba dari situ," katanya.
Selanjutnya, Komeng menjelaskan bahwa dirinya ingin menjadi anggota DPD Jawa Barat untuk mengembangkan kesenian, khususnya di daerah tersebut dan di Indonesia.
Baca Juga: Ngakakl! Ditanya Modal Kampanye, Komeng Malah Jawab Harga Tunjang di RM Padang
"Saya akan tetap bergerak di apa yang saya tahu. Saya tahu tentang berkesenian. Paling nggak Jawa Barat dulu ya, semua akan saya hidupkan seniman-senimannya untuk menghibur masyarakatnya sendiri," katanya.
"Nanti kan pasti keliling (Indonesia) kalau udah di dalam (menjadi anggota DPD) ya," katanya lagi.
Lebih lanjut, menurut Komeng sebuah negara dapat maju jika kebudayaannya berkembang.
"Negara bisa maju kalau kebudayaannya maju," ujarnya.
"Korea (bisa maju) hanya modal budaya, sampai saiapaun yang ingin berkesenian dibiayai gratis oleh negaranya," katanya mencontohkan.
Berita Terkait
-
Ngakakl! Ditanya Modal Kampanye, Komeng Malah Jawab Harga Tunjang di RM Padang
-
Kocak, Respons Warga di TPS Saat Perhitungan Suara Komeng: Uhuy!
-
Komeng Jengkel Budaya Asing Menjamur: Bisa Gak Budaya Kita Jajah Negara Lain?
-
Riwayat Pendidikan Komeng Menjanjikan? Hasil Suara Unggul Dibanding Calon DPD Jabar yang Lain
-
Sungguh Mulia, Ternyata Komeng Ingin Perjuangkan Hari Komedi Nasional Jika Duduk di Kursi Dewan
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025