Suara.com - Capres nomor urut 1, Anies Baswedan angkat bicara terkait perolehan suara di Pilpres 2024. Lewat video yang ia unggah di akun X miliknya, Anies menyampaikan sejumlah pesan untuk para pendukung dan relawan.
"Pesan Anies Baswedan untuk relawan dan pendukung. 15 Februari 2024," tulis capres 01 itu pada caption video yang ia unggah.
Di awal videonya, Anies mengucapkan terima kasih kepada para relawan dan pendukung yang telah memberikan suaranya kepada paslon 01. Anies kemudian berpesan agar seluruh relawan dan pendukung untuk tetap semangat mengawal suara dalam proses penghitungan.
Anies kemudian menyebut soal banyak kekurangan di Pemilu 2024 yang terlihat secara nyata dan terang benderang. Saat menyebut kekurangan di Pemilu, terlihat di video ekspres Anies yang begitu serius.
"Namun, perjuangan kita belum selesai. Terlepas dari segala kebaikan pemilu dan kerja keras semua pihak yang terlibat di dalamnya ada begitu banyak kekurangan yang dirasakan secara terang benderang," kata Anies seperti dikutip Jumat (16/2/2024).
"Maka, demi perbaikan pemilu dan penguatan demokrasi, maka saya menyerukan: satu, terus kawal suara dengan semangat tinggi," pesan Anies.
"Dokumentasikan semua kekurangan yang ada, keanehan, ketidaknormalan. Catat, foto dan kirimkan ke tim hukum nasional. [Alamat website: https://aminajadulu.com/lapor]," tambahnya.
Anies juga menghimbau agar para pendukung dan relawan tetap proses pemilu dan menghargai kerja-kerja demokrasi yang telah dan sedang berlangsung.
"Tentu menghormati proses pemilu artinya memastikan setiap suara rakyat tersampaikan dan terhitung dengan akurat."
Baca Juga: Pasrah Paslon AMIN Kalah, Dokter Tirta Tulis Pesan Menyentuh
"Dan yang ketiga, tetap jaga semangat tinggi, jaga optimisme bahwa gerakan perubahan masih dan akan terus berjalan. Dan yakin bahwa InsyaAllah akan mencapai tujuan panjangnya," ungkapnya.
Hasil real count KPU RI, perolehan suara AMIN pada pukul 14:00:28 telah menyenutuh angka 14.692.179 atau 24,98 persen yang berasal dari 452069 dari 823236 TPS (54.91%).
Berita Terkait
-
Pasrah Paslon AMIN Kalah, Dokter Tirta Tulis Pesan Menyentuh
-
Kata Anies Soal Jokowi Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran Atas Hasil Quick Count
-
Real Count KPU Terkini: Dipepet Terus, Anies Unggul dari Prabowo di Jakarta
-
Adu Pendidikan Fery Farhati vs Titiek Soeharto vs Siti Atikoh, Siapa Paling Moncer?
-
Keinginan Gibran Sowan ke AMIN Akhirnya Dijawab Anies: Nanti Aja
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
KPK Usul Capres Harus dari Kader Partai, Golkar: Ideal, Tapi Jangan Tutup Pintu untuk Figur di Luar
-
Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah
-
Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis
-
Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran
-
Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai
-
Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon
-
Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil