Suara.com - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membagikan kegiatan pertamanya sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN), Kamis (22/2/2024).
Dalam unggahan melalui akun X @AgusYudhoyono, AHY nampak tengah berada di ruang rapat bersama jajaran Kementerian ART/BPN. Terlihat juga Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni.
"Mengawali pagi ini dengan rapat terbatas @kem_atrbpn," cuitnya menjelaskan tiga foto yang dibagikannya.
AHY menjelaskan jika dalam momen tersebut dirinya ingin mendengar langsung sejumlah isu terkini, termasuk kendala dan persoalan untuk bersama-sama mencari solusi.
"Mendengar secara langsung isu-isu terkini, termasuk memahami kendala & persoalan yang ada di lapangan untuk dicarikan solusinya," terang dia.
Tak lupa, AHY mengucapkan terima masih kepada semua dan berjanji akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Terima kasih semua atas doa dan bantuannya. Insya Allah, ini bisa menjadi awal yang baik untuk kita bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," sebutnya.
Pada posting tersebut, AHY terlihat mengenakan seragam putih seperti jajarannya. Hal ini menjadi sorotan lantaran biasanya ia mengenakan pakaian warna biru yang identik dengan Partai Demokrat.
Diketahui sebelumnya, AHY akhirnya resmi menjabat Menteri ATR/BPN menggantikan Hadi Tjahjanto yang juga dilantik menjadi Menkopolhukam, Rabu (21/2/2024).
AHY tampak didampingi sang istri Annisa Larasati Pohan dan anaknya Almira Tunggadewi Yudhoyono. AHY juga ditemani Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas Yudhoyono dan Siti Rubi Aliya Rajasa.
AHY mengunggah foto dirinya bersama Annisa Pohan dan Almira nampak tengah berdoa. Sambil memejamkan mata, ketiganya terlihat menengadahkan tangan.
“Bismillahirrahmanirrahim..” tulis caption akun Instagram @agusyudhoyono sebagai keterangan foto, Rabu (21/2/2024).
Pada momen tersebut, AHY memakai jas hitam dengan dasi warna merah. Sementara istri dan anaknya kompak mengenakan kebaya berwarna biru muda.
Tag
Berita Terkait
-
Belum Jadi Kader Resmi, Jokowi Disebut Sudah Ajak Relawannya untuk Masuk PSI
-
Partai Gerakan Rakyat Dukung Anies di Pilpres 2029, Dede Yusuf Demokrat Singgung Verifikasi Parpol
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Mendedah Alasan Demokrat Putar Haluan Buka Pintu Pilkada Lewat DPRD
-
Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Geger Temuan PPATK, Rp992 Triliun Perputaran Duit Tambang Emas Ilegal, Siapa 'King Maker'-nya?
-
Pigai Akui Uang Pribadi Terkuras karena Kementerian HAM Tak Punya Anggaran Bansos
-
Saksi Ungkap Ada Uang Nonteknis dan Uang Apresiasi dalam Pengurusan Sertifikasi K3 di Kemnaker
-
Pedagang Kota Tua Terpaksa 'Ngungsi' Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK: Uang Kompensasi Nggak Cukup!
-
Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi
-
Prabowo Wanti-wanti Pimpinan yang Akali BUMN Segera Dipanggil Kejaksaan
-
Natalius Pigai Bangga Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Sebut Prestasi Langka di Level Dunia
-
Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku
-
Tangis Nenek Saudah Pecah di Senayan: Dihajar Karena Tolak Tambang, Kini Minta Keadilan
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri