Suara.com - DPRD DKI Jakarta berharap kejadian Lurah Ancol, Saud Maruli Manik yang menghina Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dengans sebutan miskin tak kembali terulang ke depannya. Pejabat di lingkungan Pemprov DKI harus menjalin hubungan emosional yang baik dengan bawahannya.
Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Achmad Yani mengatakan, pejabat publik seperti lurah dan sekretaris lurah harus bisa memberikan perhatian dan pelayanan yang terbaik terhadap staf. Sehingga tercipta rasa nyaman di lingkungan kerja.
“Saya kira pejabat publik harus menyampaikan kata-kata yang baik terhadap anak buahnya. Jalin kerja sama yang baik. Tidak ada perendahan, tidak ada penghinaan dan bahkan anak buahnya itu harus dihargai dan diangkat,” ujar Yani kepada wartawan, Jumat (23/2/2024).
Selain itu, Yani meminta seluruh pejabat publik di lingkungan Pemprov DKI mampu membangkitkan semangat seluruh perangkat kerja, bukan hanya sekadar memberikan instruksi.
“Harusnya, lurah dan sekkel (sekretaris lurah) itu bisa membangkitkan semangat seluruh anak buahnya. Sehingga anak buahnya itu bisa bersemangat dan melaksanakan tugas dengan baik," ungkapnya.
"Bahkan perlu dikasih motivasi, bukan malah dijatuhkan,” tambahnya memungkasi.
Sementara, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengaku sudah meminta informasi kepada anak buahnya terkait persoalan ini.
Heru mengatakan, sebutan miskin itu terjadi saat apel di kelurahan Ancol. Saud tak bermaksud menghina, melainkan hanya memberikan anjuran agar PPSU mengelola uangnya dengan baik.
"Itu kan lagi dalam apel ya. Saya sudah kontak wali kota untuk komunikasi yang baik," ujar Heru di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (20/2/2024).
Baca Juga: Pernyataan Lurah Sebut PPSU Miskin Dilarang Merokok Berbuntut Panjang, Kecamatan Turun Tangan
Heru mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari wali kota Jakarta Utara. Diharapkan ke depannya tak ada lagi salah ucap dan miskomunikasi antara PPSU dan atasannya.
Karena itu, ia merasa tak perlu menegur Saud atas persoalan ini. Informasi yang beredar juga dianggapnya terlalu berlebihan.
"Enggak, enggak (negur). Itu kan beritanya harus diluruskan. Ada pemberitaan yang kurang pas gitu," pungkasnya.
Mogok Kerja usai Dihina Miskin oleh Lurah
Diberitakan sebelumnya, sejumlah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) melakukan aksi lempar sapu dan mogok kerja di Jalan Lodan Raya, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (19/2/2024) pagi. Aksi ini dilakukan lantaran sakit hati dengan bosnya, Lurah Ancol, Saud Maruli Manik dan Sekretaris Kelurahan Ancol Kenny Hutagaol.
Salah satu petugas PPSU Ancol, Arief menyebut ia dan rekannya sering diomeli oleh kedua bosnya itu. Bahkan, Saud kerap mengejek dengan sebutan "miskin" kepada para petugas PPSU.
Berita Terkait
-
Pernyataan Lurah Sebut PPSU Miskin Dilarang Merokok Berbuntut Panjang, Kecamatan Turun Tangan
-
Tak Merasa Salah Ledek 'Miskin', Lurah Ancol Malah Persilakan PPSU Mogok Kerja Mundur
-
Disebut Berulang Kali Ejek PPSU Miskin, Lurah Ancol Mengelak: Mana Buktinya?
-
PPSU Aksi Mogok Kerja karena Dicela Miskin oleh Bosnya, Lurah Ancol Akui, Tapi..
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan