Suara.com - Dokter Tifa terlibat perseteruan dengan politikus Partai Demokrat Andi Arief. Percekcokan ini terjadi di media sosial X atau Twitter.
Awalnya Andi Arief yang menyinggung Dokter Tifa karena sering nyinyir terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.
""Mana yang lebih beradab, anak-anak muda dan para senior yang mau berjuang melalui partai, atau celometan mirip orang stress seperti Bang @msaid_didu dan dokter @DokterTifa," tulis Andi Arief di X.
Baca Juga:
Digoda 16 Persen, Ganjar Beri Jawabannya Tak Terduga
Kicauan Andi Arief ini dibalas oleh Dokter Tifa dengan perkataan yang juga sangat menohok. Dokter Tifa menyebut Andi Arief sebagai politikus penggemar sabu.
Dokter Tifa mengunggah tangkapan layar berita media online mengenai penangkapan Andi Arief dalam kasus narkoba.
"Yang suka celometan itu kan Politikus penggemar sabu bergerigi. Lihat saja tampang stress @Andiarief__. Kita sih senyumnya manis dan wajah selalu cerah ceria ya kan Puang @msaid_didu," tulis Dokter Tifa.
Baca Juga: Perludem Minta Bawaslu Usut Tuntas Perkara Politik Uang Dua Caleg Demokrat
Andi Arief merespons cuitan Dokter Tifa ini dengan mengancam akan menuntut Dokter Tifa karena tidak tahu kejadian sebenarnya mengenai penangkapan dirinya.
"Inilah dokter gosong. Tahu gak kejadiannya. Bisa saya tuntut nanti kalau saya mau," ujar Andi Arief.
Tidak hanya Andi Arief, kader Partai Demokrat, Hasbil Mustaqim Lubis, juga ikut merespons cuitan Dokter Tifa mengenai Andi Arief.
Menurut Hasbil, Andi Arief tidak pernah dilakukan pemeriksaan dalam bentuk berita acara pemeriksaan (BAP) di kepolisian. Selain itu juga, kata dia, urine Andi Arief negatif narkoba.
"Bg AA tidak pernah di BAP & telah diperiksa urine beliau Negarif hasilnya. Harap jangan menyebarkan "fitnah" karena tindakan anda bisa dilaporkan, postingan anda jelas deliknya. Sebaiknya anda hapus, kami tunggu niat baik anda. Terima kasih," ujar Hasbil.
Berita Terkait
-
Perludem Minta Bawaslu Usut Tuntas Perkara Politik Uang Dua Caleg Demokrat
-
Dua Caleg Demokrat Jakarta Dilaporkan Kasus Money Politic, Keduanya Punya Hubungan Ibu dan Anak
-
Benny Sebut Pemilu 2024 Bak Permainan Sepak Bola Kalah-Menang Biasa, Warganet: Jangan Berpihak Kejahatan!
-
Legislator Demokrat soal Hak Angket: Jangan Serta Merta Menuduh Kecurangan, Pemilu 2024 Brutalnya di Mana?
-
Ramai Isu Penggelembungan Suara, Anas Urbaningrum Tawarkan Yang Sah Dan Halal
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!