Suara.com - Tiktoker Mutiara Adiguna atau Jinju mengaku bahwa ia memiliki trust issue tersendiri soal pernikahan. Mutiara beberapa waktu lalu sempat viral lantaran menggelar pernikahan bertema K-pop dengan laki-laki bernama Fuad Hasbie.
Pernikahan Jinju bertema K-pop itu berlangsung pada 28 Februari lalu. Namun sayangnya, pernikahan itu kandas tak berlangsung lama. Jinju mengatakan alasan kuat harus bercerai.
Menurut Jinju, mantan suaminya itu setelah dua bulan menikah langsung berubah total. Padahal kata Jinju sebelum menikah, ia mengenal mantannya itu sebagai suami yang kerja keras dan sosok gentle.
Baca juga:
Fuad kata Jinju berubah total dan menjadi malas bekerja saat keduanya kembali darir perantauan di Korea Selatan. Jinju pun memutuskan untuk membuka online shop.
Sayangnya mantan suaminya itu sama sekali tak mau membantu usahanya tersebut. Menurut Mutiara Adiguna, Fuad bahkan tidak mau untuk packing barang pesanan.
"Ya lo bantuinlah packing (olshop) jangan harus nunggu disuruh dulu gitu. Kalau nggak gue disuruh dia diam doang," terang Mutiara Adiguna saat menjadi bintang tamu di kanal Youtube Leo Giovanni, Senin (18/3).
Tak hanya itu, Mutiara mengatakan bahwa Fuad bahkan meminta jatah yakni hubungan suami istri. Meski kondisi Mutiara dalam kondisi lelah karena bekerja.
Baca juga:
Baca Juga: Mahfud MD: Pak Jokowi Itu Ibadahnya Terjaga, Kalau Waktunya Salat, Dia Salat
Kunjungi Korban Banjir Padang, Anies Baswedan Diminta Jadi Gubernur Sumbar
Padahal kata Mutiara, dirinya itu lelah usai bekerja, kuliah, urus pekerjaan rumah tangga.
"Abis kelas bahasa persiapan buat kuliah, setelah itu packing, ngrusin konten gue, ngedit, pikirin konten selanjutnya. Belum lagi cuci baju, beresin dapur, beresin kamar mandi, kamar segala macem," ungkpanya.
Fuad kata Mutiara, menggunakan HP miliknya lalu pesan makan dan kopi. Setelah itu, ia mengambil ATM kepunyaan Mutiara untuk membeli rokok.
"Abis beresin rumah segala macem dia minta jatah. Gue capek ngerti nggak sih?" ungkap Mutiara.
Bahkan sangking kesalnya, Mutiara sampai kepikiran untuk menyewakan PSK untuk memuafskan nafsu mantan suaminya itu.
Berita Terkait
-
Mahfud MD: Pak Jokowi Itu Ibadahnya Terjaga, Kalau Waktunya Salat, Dia Salat
-
Ayu Dewi Keceplosan Sebut Luna Maya Istri Maxime Bouttier, Isu Pernikahan Kembali Diungkit
-
Menyesal Telat Nikah Gegara Terlambat Ketemu Anak, Raditya Dika Ditegur: Itu Namanya Takdir
-
Tak Cuma Cari Kerja, LinkedIn Juga Punya Fitur Game
-
Viral Poster Emak-emak Dirampas Saat Jokowi Kunjungi Labuhanbatu: Tolong Kami Pak!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
-
Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!