Suara.com - Sebuah tragedi naas menimpa puluhan pekerja kontruksi di Turki. Saat sedang memperbaiki gedung klub malam di Istanbul, 29 pekerja tewas karena kebakaran pada hari Selasa (2/4).
Peristiwa ini terjadi saat para pekerja sedang melakukan renovasi pada gedung 16 lantai di distrik Besiktas.
Melansir Antara, menurut Gubernur Istanbul, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui, namun diduga berasal dari pekerjaan renovasi.
Api berkobar di lantai minus satu dan dua, menjebak para pekerja di dalam gedung.
Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran, tim medis, dan polisi segera bergegas ke lokasi kejadian. Sebanyak 31 kendaraan pemadam kebakaran dan 86 personel dikerahkan untuk memadamkan api.
Baca juga:
Masuk Warisan Dunia UNESCO, Begini Uniknya Bangunan Masjid Beysehir Esrefoglu di Turki
6 Fakta Menarik Masjid Beysehir Esrefoglu, Destinasi Wisata Religi di Turki
Upaya pemadaman api berlangsung selama beberapa jam dan akhirnya berhasil dikendalikan. Petugas penyelamat masih terus melakukan pencarian di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada korban lain.
"Hingga saat ini, 29 orang dinyatakan meninggal dunia dan satu orang terluka," ujar Gubernur Istanbul.
"Korban luka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan."
Penyelidikan terkait penyebab kebakaran dan potensi kelalaian yang mungkin terjadi sedang dilakukan oleh pihak berwenang.
Berita Terkait
-
Gudang Peluru Terbakar, Panglima TNI Ungkap Dugaan Awal Penyebabnya
-
Pangdam Jaya Sebut Gudang yang Meledak Berisikan 160 Ribu Amunisi Kadaluwarsa
-
Api Telah Padam, Komisi I Minta Kodam Jayakarta Dalami Sebab Ledakan Gudang Amunisi
-
Berjibaku 10 Jam Padamkan Api di Gudang Amunisi Kodam Jaya, Pemadam Kebakaran Sempat Alami Ketakutan
-
Proses Pendinginan Kebakaran Gudang Amunisi Selesai, Seluruh Petugas Pemadam Balik Kanan
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Kejagung Sinyalir 26 Perusahaan Terlibat Korupsi Ekspor CPO, Kerugian Capai Rp14 Triliun
-
Korban Bencana Sumatra Dapat Kompensasi hingga Rp 60 Juta Lebih, Ini Rinciannya
-
Kemensos Mulai Salurkan Santunan Korban Banjir Sumatra ke Ahli Waris, Segini Nominalnya
-
Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
-
Tercemar Pestisida, Kapolres Tangerang Kota Larang Warga Konsumsi Ikan Mati di Sungai Cisadane
-
2 Pilot Pesawat Smart Air Tewas Usai Diserang OTK di Papua, Polisi Buru Pelaku
-
Tuntutan Guru Madrasah, Wakil Ketua DPR: Prosesnya Tak Seperti Makan Cabai, Langsung Pedas
-
Sebut Trenggono Menteri Sahabat, Purbaya Jawab Soal Mandeknya Order Kapal dari Inggris
-
Dua Pilot Tewas, Polisi Terobos Medan Ekstrem Usai Pesawat Smart Air Ditembaki di Boven Digoel
-
5 Tuntutan Guru Madrasah ke DPR: Hapus Diskriminasi P3K Hingga Gaji Wajib Cair Tanggal 1