Suara.com - Eks Menkopolhukam Mahfud Md meminta aparat penegak hukum seperi Kejaksaan Agung, Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali gencar mengungkap kasus-kasus korupsi.
Hal itu disampaikan Mahfud Md di tengah kasus korupsi komoditi timah yang menyeret nama Harvey Moeis, suami artis Sandra Dewi yang ditaksir menyebabkan kerugian negara Rp 271 triliun.
"Sekarang ini sudah ada koruptor nikel dan sebagainya yang triliunan itu, dan jaringannya banyak, belum lagi tambang-tambang lain. Ini supaya penegak hukum bekerja lagi, kemarin mungkin agak terganggu oleh politik, terkendala oleh politik dan sekarang mari perbaiki negara ini dengan kembali menegakkan hukum, memburu para penjahat terutama para koruptor," kata Mahfud di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2024).
Baca Juga:
- Lenyap saat Harvey Moeis Ditahan dan Rumah Digeledah, di Mana Sandra Dewi Sekarang?
- Harvey Moeis Terancam Dibui 20 Tahun, Sandra Dewi Pernah Janjikan Hal Ini
Menurutnya, korupsi yang terjadi telah merampok kekayaan negara, sumber daya alam hingga anggaran negara.
"Ini penegak hukum Kejaksaan Agung, KPK yang akhir-akhir ini terasa kurang greget, Polri, masyarakat sipil supaya mulai lagi mau melototi korupsi-korupsi yang sekarang sudah nampak lagi, karena politik sudah agak mereda sedikit, lalu korupsinya sudah mulai tampak lagi," terangnya.
Mahfud kemudian menyinggung kasus yang menjerat Harvey Moeis, yang saat ini sudah ditetapkan Kejagung sebagai tersangka.
"Seperti yang terjadi pada HM, Harvey, dan jaringannya supaya itu diburu. Karena ini negara, masa depan negara ini sangat tergantung juga pada ketegasan kita dalam menegakkan hukum. Tentu di sisi yang bersamaan adalah demokrasi," ujar Mahfud.
Berita Terkait
-
Tiap Tahun Dibelikan Ponsel Selama Pacaran, Sandra Dewi Pernah Ngaku Mau Punya Pasangan Pengusaha Bukan Pengangguran!
-
Ogah Mempengaruhi Opini di Luar Sidang Sengketa Pilpres di MK, Mahfud: Kita Lihat Saja
-
Pengacara Robert Bonosusatya Klaim Kliennya ke Kejagung Bukan Diperiksa Kasus Korupsi Timah, Tapi Teken BAP
-
Singgung Kasus Korupsi Suami Sandra Dewi, Mahfud MD Minta KPK hingga Kejagung Lebih Gencar Buru Koruptor!
-
Desak Sandra Dewi Dimiskinkan, Rieke Diah Pitaloka Banjir Pujian
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor