Suara.com - Usnariah, wanita berumur 60 tahun tampak kebingungan karena pulsa telepon genggamnya habis sewaktu mudik dari Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, pada H-2 Lebaran Idul Fitri 2024.
Dia mengatakan bahwa anaknya sudah mengisikan pulsa pagi tadi. Namun ketika Usnariah coba mengirimkan pesan melalui aplikasi perpesanan WhatsApp ke anaknya, tiba-tiba pesan tidak terikirim.
"Saya bingung, ini gimana caranya. Soalnya tadi pagi anak saya sudah telepon ngirim pulsa," kata Usnariah di Terminal Pulo Gebang, Senin (8/3/2024).
Lekas, Usnariah meminta tolong kepada salah satu penumpang yang sama-sama sedang menunggu kedatangan bus di Terminal Pulo Gebang.
Dia meminta tolong kepada penumpang tersebut untuk mencarikan cara mengecek sisa pulsanya. Benar saja, ternyata pulsanya habis lantaran sang anak hanya mengisikan pulsa tak banyak.
"Tadi dicek, ternyata sudah habis, saya jadi bingung," ujar dia.
Usnariah sendiri akan menuju Pekalongan, Jawa Tengah, lalu lanjut lagi menggunakan kereta ke kampung halamannya. Di Pekalongan, ia sudah janjian akan dijemput oleh sang anak.
"Makanya itu, saya minta tolong ini gimana caranya isi pulsa. Saya kan nggak tahu," jelas dia.
Akhirnya, Usnariah diberitahu untuk mengisi pulsa di sebuah minimarket oleh penumpang yang dimintai tolong. Usnariah pun lega karena kini pulsa ponselnya terisi.
Baca Juga: H-2 Idul Fitri, Terminal Pulo Gebang Dipadati Penumpang Mau Pulang Kampung
"Sekarang ya udah (isi pulsa), setidaknya saya sampau Pekalongan aman," tutur dia.
Untuk diketahui, Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, masih dipadati penumpang yang hendak pulang ke kampung halamannya pada H-2 Hari Raya Lebaran Idul Fitri 2024.
Pantauan Suara.com di lokasi, Senin (8/3/2024), tepatnya di area keberangkatan Terminal Pulo Gebang, kebanyakan para pemudik sedang menunggu bus di ruang tunggu.
Mereka mayoritas membawa tas berukuran besar dan koper. Ada yang menunggu di kursi ruang tunggu dan ada pula yang duduk mengemper di area luar terminal.
Para penumpang di Terminal Pulo Gebang terpantau datang secara berkelompok. Petugas di lokasi juga tampak tersebar memberikan arah bagi para penumpang untuk menunggu sesuai jadwal dan busnya.
Sementara itu, di area pembelian loket saat ini terlihat ramai meski tidak sampai terjadi penumpukan. Area pembelian loket yang ramai didatangi adalah tujuan ke Pulau Sumatera.
Menariknya, di Terminal Pulo Gebang ada sejumlah anak pramuka yang membantu mobilitas para pemudik. Mereka membantu para pemudik untuk menuju area pembelian loket hingga ke titik keberangkatan bus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Drone Iran Hantam Menara Burj Al Arab di Dubai
-
Daftar Penerbangan Bandara Soetta yang Dibatalkan Akibat Perang Iran 1 Maret 2026
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Jenderal Iran Dikabarkan Tewas, AS Mulai Operasi Militer Bareng Israel
-
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak
-
Ramadan Ramah Anak di Masjid Sunda Kelapa: Cara Seru Tanamkan Cinta Masjid Sejak Dini
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup