News / Nasional
Kamis, 16 April 2026 | 14:18 WIB
Ilustrasi penganiayaan driver ojol. [Suara.com/Emma]
Baca 10 detik
  • Pengemudi ojol bernama Donatus Darso dikeroyok sekelompok orang dari AWSTAR di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Senin (13/4/2026).
  • Insiden kekerasan tersebut menyebabkan korban mengalami trauma fisik dan psikis sehingga tidak dapat bekerja selama dua hari.
  • Polres Manggarai Barat sedang melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku serta menuntut proses hukum agar tuntas dan tegas.

Suara.com - Insiden penganiayaan terhadap pengemudi ojek online (ojol) di Labuan Bajo kembali menyoroti pentingnya penguatan sistem keamanan dan tata kelola transportasi di kawasan destinasi super prioritas tersebut.

Seorang driver ojol, Donatus Darso, mengaku mengalami trauma setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di sekitar Bandara Internasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Terduga pelaku merupakan anggota AWSTAR (Asosiasi Angkutan Kendaraan Wisata Darat) yang beroperasi di kawasan Labuan Bajo.

Akibat kejadian itu, Donatus memilih tidak bekerja selama dua hari terakhir.

“Trauma. Sudah dua hari tidak kerja,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Komunitas Grab Komodo Cama Laing Labuan Bajo. [Dok Pribadi]

Kasus ini pun telah dilaporkan ke Polres Manggarai Barat. Donatus berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas peristiwa yang dialaminya.

“Proses hukum dan diusut sampai tuntas,” tegasnya.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang memastikan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan saat ini tengah melakukan pendalaman.

Fokus penyelidikan diarahkan pada identifikasi pelaku serta pengungkapan motif di balik aksi kekerasan tersebut.

Baca Juga: Istri Dipecat karena Diadukan Kerja Tak Beres, Suami Aniaya Karyawan Indomaret

“Kami sudah menerima laporannya. Saat ini tim penyidik tengah melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku,” jelasnya.

Ia menyebut jumlah pelaku sekitar 7 hingga 9 orang yang mengeroyok dirinya pada Senin (13/4).

Dalam kejadian itu, Donatus mengalami pemukulan dan tendangan hingga terjatuh di jalan raya. Ia juga sempat dicekik hingga lehernya memerah.

“Saya dipukul dan ditendang sampai jatuh di tengah aspal, untung tidak ada mobil lewat,” ungkapnya.

“Saya sempat bangun, naik motor lagi, tapi dipukul lagi,” lanjutnya.

Peristiwa bermula saat Donatus menerima pesanan untuk menjemput wisatawan perempuan asal Eropa di Bandara Komodo.

Load More